Greta Thunberg Sindir Trump yang Tak Sabar Jadi Presiden

CNN Indonesia | Sabtu, 07/11/2020 07:27 WIB
Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, menyindir balik Donald Trump yang semakin tak sabar untuk kembali menjadi Presiden Amerika Serikat. Greta Thunberg. (AP Photo/Eduardo Munoz Alvarez, File)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivis remaja perubahan iklim asal Swedia, Greta Thunberg, menyindir petahana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui cuitan di akun Twitter.

Cuitan itu merupakan balasan kepada Trump dengan konteks serupa yang pernah Trump lontarkan padanya 12 Desember 2019 lalu.

Thunberg mengatakan Trump seharusnya tetap santai menghadapi hasil pemilu AS ini.


"Sangat menggelikan. Donald harus mengatasi masalah manajemen kemarahannya, lalu pergi menonton film lawas dengan teman. Santai Donald, santai!" tulis Thunberg mengomentari cuitan Trump yang meminta penghitungan suara dihentikan, Jumat (6/11) kemarin.

Ucapan gadis berusia 17 tahun itu seolah menyindir perkataan Trump padanya Desember tahun lalu, ketika Thunberg dinobatkan sebagai 'person of the year' majalah Time.

Saat itu Thuberg mendapatkan penghargaan usai semangatnya yang berapi-api meminta negara-negara di dunia mengambil sikap untuk menghentikan pemanasan global.

Melansir The Guardian, sejak Oktober ini Thunberg mendukung rival Trump dalam pemilu AS, Joe Biden. Alasan dukungan itu muncul usai Biden berjanji untuk mengembalikan AS ke pakta global pada hari pertamanya menjabat jika terpilih.

Proses pemilu AS berlangsung sengit. Pada Rabu (4/11) lalu, Trump bahkan sudah mengklaim kemenangan dalam Pilpres AS meski saat itu perhitungan belum selesai. Ia bahkan menyatakan bakal membawa Pilpres tersebut ke Mahkamah Agung demi mendapatkan hukum yang baik.

Tak hanya itu, Trump juga menuding adanya pencurian suara oleh pihak yang tidak disebutkan identitasnya. Ia lalu menegaskan tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Trump juga menuding akan hilangnya suara pemilih di banyak negara bagian AS. Dalam kicauan di akun Twitternya, Trump juga menuding lembaga survei salah total.

Merespons hal itu, para petinggi partai Republik pun meminta Trump dan timnya memperjelas tudingan kecurangan yang ia lontarkan pada pilpres kali ini.

Sementara itu, hingga Sabtu (7/11) waktu Indonesia pagi, enam negara bagian masih melakukan penghitungan suara, dengan pertambahan suara yang melambat. Negara bagian Georgia bahkan berencana hitung ulang.

(khr/ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK