Trump Halangi Biden Terima Tumpukan Pesan dari Pemimpin Dunia

CNN, CNN Indonesia | Kamis, 12/11/2020 12:15 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut melarang penerusnya, presiden terpilih, Joe Biden mengakses serangkaian pesan dan ucapan dari pemimpin asing. Presiden AS Donald Trump dan presiden terpilih, Joe Biden. (Foto: AP/Patrick Semansky)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut melarang penerusnya, presiden terpilih, Joe Biden mengakses serangkaian pesan dan ucapan yang diberikan oleh pemimpin negara asing kepadanya.

Hal itu diungkapkan seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS yang mengetahui pesan-pesan tersebut.

Selama ini, Kemlu AS selalu membantu dan mendukung presiden terpilih untuk berkomunikasi dengan pemimpin negara asing selama masa transisi pemerintahan.


Namun, pejabat Kemlu AS mengatakan pemerintahan Trump telah melarang kementerian untuk memberikan akses komunikasi tersebut kepada Biden.

Ia mengatakan tumpukan puluhan pesan dari negara asing untuk Biden sudah diterima Kemlu AS sejak akhir pekan lalu. Namun, politikus Partai Demokrat itu tidak mendapatkan akses terhadap pesan-pesan itu.

Meski begitu, dilansir CNN, Biden dan tim transisinya telah mencari jalan lain untuk berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin negara. 

Sejauh ini Biden dikabarkan telah berkomunikasi dengan dua sekutu AS yaitu Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Kanselir Jerman Angela Merkel meski tanpa bantuan logistik dan translator dari Kemlu AS.

Infografis Partisipasi Pemilih dalam Pemilu AS dalam 5 DekadeFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Partisipasi Pemilih dalam Pemilu AS dalam 5 Dekade

"Mereka [Biden dan tim] sebenarnya lebih memilih untuk memanfaatkan sumber dan fasilitas dari Kemlu AS [tetapi tidak bisa]," ujar sumber Kemlu AS tersebut.

Sumber tersebut menuturkan sejumlah negara telah menyadari hal tersebut. Para pemimpin negara asing mengetahui bahwa pemerintahan Trump menghalangi akses untuk berkomunikasi dengan Biden.

Beberapa negara akhirnya meminta bantuan sejumlah diplomat AS di masa pemerintahan Presiden Barack Obama untuk menyampaikan pesan dan ucapan selamat kepada Biden.

Biden dan timnnya memang tengah menghadapi serangkaian tantangan di masa transisi ini lantaran pemerintahan Trump menolak mengakui kekalahan mereka pada pemilihan presiden 3 November lalu.

Ia masih berusaha menempuh jalur hukum untuk menggugat hasil pemilu AS yang dinilainya curang.

Trump dan timnya menuduh terjadi kecurangan di Pennsylvania dan sejumlah negara bagian lain yang memenangkan perolehan suara Biden. Namun, klaim tersebut dilontarkan tanpa bukti.

Selain Trump, Menlu AS Mike Pompeo juga menolak kemenangan Biden. Pompeo mengatakan bahwa "transisi menuju pemerintahan Trump periode kedua akan berjalan mulus".

Pemerintahan Trump juga memblokir akses Biden terhadap informasi intelijen yang dikenal sebagai sesi President's Daily Brief.

CNN telah meminta tanggapan Kemlu AS dan tim Biden terkait pemblokiran akses ini.

Pejabat karir Kemlu AS mengaku siap mendukung tim Biden ketika waktu transisi datang.

"Kementerian telah menerapkan aturan hukum secara jujur bahkan sebelum pemilu berlangsung. Materi, kantor, dan semuanya sudah siap. Mereka [Kemlu AS] tengah menunggu lampu hijau [untuk memulai transisi]" kata David Marchick Direktur Center for Presidential Transition Partnership for Public Service.

(rds/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK