Tokyo Masuk Level Tertinggi Waspada Penularan Corona

NHK, Nikkei, CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 20:31 WIB
Pemerintah Tokyo berencana meningkatkan kewaspadaan penularan virus corona ke level tertinggi setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19. Tokyo akan meningkatkan kewaspadaan penularan virus corona. (Foto: AP/Jae C. Hong)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah metropolitan Tokyo, Jepang berencana meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus corona hingga ke level tertinggi. Lonjakan harian kasus corona terjadi di panti jompo, sekolah, dan rumah sakit.

Surat kabar Nikkei melaporkan, para pejabat Tokyo diharapkan membuat keputusan terkait peningkatan kewaspadaan penularan Covid-19 dalam pertemuan dengan para ahli, Kamis (19/11).

Sejumlah langkah yang dipertimbangkan termasuk membatasi jam operasional toko.


Peningkatan tingkat kewaspadaan dilakukan setelah kasus baru corona mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. NHK mencatat rekor kasus harian tertinggi terjadi pada Sabtu (15/11) sebanyak 1.736 kasus baru.

Tingkat kewaspadaan tertinggi menunjukkan bahwa infeksi corona sedang menyebar.

Selain Tokyo, penyebaran corona saat ini juga sedang terjadi di kota Sapporo, pulau Hokkaido. Warga di sana diminta untuk tetap tinggal di rumah demi mencegah penularan virus corona.

Sebelumnya puncak kasus baru corona terjadi pada Agustus. Kala itu pemerintah juga membatasi jam operasional restoran dan bar.

Tokyo sempat menurunkan tingkat kewaspadaan ke peringkat tertinggi kedua pada 10 September setelah jumlah infeksi harian turun menjadi lebih dari 400 kasus baru.

Namun sejak awal November, infeksi harian cenderung mengalami peningkatan, mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir dari sebelumnya 393 kasus pekan lalu.

Kendati mencatat peningkatan kasus Covid-19, pemerintah Tokyo tidak melaporkan kekurangan tempat tidur di rumah sakit dan kapasitas tes corona bagi warganya.

Data statistik Worldometers mencatat hingga saat ini Jepang memiliki 119.326 kasus corona dengan 1.903 kematian.

(evn/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK