China Razia Makanan Impor Diduga Terpapar Corona

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 19:01 WIB
Pemerintah China melakukan razia dengan meningkatkan pengujian massal terhadap makanan impor dan pekerja di pelabuhan yang diduga terpapar virus corona. Ilustrasi daging beku. (Foto: istockphoto/ Okanmetin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China terus meningkatkan pengujian massal terhadap makanan impor dan pekerja di pelabuhan setelah menemukan beberapa produk daging beku asal Selandia Baru, Brasil, dan Argentina terkontaminasi virus corona.

Pejabat kesehatan China mengatakan hasil pemeriksaan massal menemukan dua petugas penjaga gudang penyimpanan makanan beku di pelabuhan Kota Tianjin positif mengidap Covid-19.

Pihak berwenang menuturkan dua pekerja itu "pernah menjalin kontak dengan produk-produk makanan beku yang terkontaminasi corona".


Sejumlah petugas yang mengenakan APD dengan susah payah menyortir dan memeriksa berbagai produk makanan impor yang masuk di seluruh negeri. 

Laporan stasiun televisi pemerintah China pada Rabu (18/11) memperlihatkan petugas kesehatan menyemprot rombongan truk pengangkut makanan impor dengan disinfektan dan menginspeksi kemasan produk ikan salmon beku.

Di Kota Wuhan, petugas kesehatan menemukan jejak virus corona pada daging sapi asal Brasil pada Jumat (13/11) pekan lalu.

Selain Wuhan, empat kota lainnya juga melaporkan temuan serupa. Selain daging sapi beku, petugas kesehatan China juga menemukan produk daging babi beku asal Argentina dan ikan sotong dari India yang terkontaminasi Covid-19.

Sejauh ini, petugas inspeksi bea cukai telah menguji lebih dari 800 ribu sampel makanan beku. Pejabat senior bea cukai China, Bi Kexin, mengatakan pemerintah juga telah menangguhkan pengiriman produk impor dari 99 pemasok.

Berdasarkan data bea cukai China pada September lalu, impor daging meningkat hingga 70 persen tahun ini. Peningkatan itu terjadi menyusul pasokan daging terganggu akibat bencana alam seperti banjir hingga wabah flu babi yang menghancurkan sebagian besar lahan dan pertanian.

Dikutip AFP, China menyalahkan lonjakan kasus positif virus corona di sejumlah wilayah akibat produk makanan impor yang terkontaminasi.

Namun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sampai saat ini belum ada bukti konkret bahwa manusia bisa terinfeksi Covid-19 akibat makan makanan yang terkontaminasi virus serupa SARS itu.

Di sisi lain, Presiden Asia Pacific Society of Clinical Microbiology and Infection, Paul Tambyah, mengatakan penularan corona dari makanan beku memungkinkan.

Meski begitu, ia mengatakan kemungkinan tersebut masih belum dipelajari secara komprehensif sehingga tidak diketahui seberapa besar peluang penularan dapat terjadi.

(rds/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK