Putin Prihatin Kematian akibat Covid di Rusia Terus Melonjak

CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 15:25 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menyuarakan keprihatinan atas mlelonjaknya angka kematian akibat virus corona di negaranya. Presiden Rusia Vladimir Putin. (AFP Photo/Pavel Golovkin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin menyuarakan keprihatinan atas melonjaknya angka kematian akibat virus corona di negaranya. Tetapi juga mengatakan wabah itu sudah terkendali, Rabu (18/11).


Rusia baru-baru ini mencatat peningkatan tajam dari infeksi baru Covid-19, tapi juga tak lagi menerapkan langkah-langkah ketat seperti beberapa negara di Eropa.
 
Dilansir AFP, pejabat kesehatan setempat melaporkan total 1,99 juta infeksi pada Rabu, angka itu menjadi beban kasus tertinggi kelima di dunia.
 


"Jumlah kasus baru meningkat dan yang paling mengkhawatirkan, angka kematian (juga) meningkat," kata Putin dalam pertemuan pemerintah yang disiarkan di televisi pemerintah.
 
Otoritas kesehatan setempat juga melaporkan rekor baru kematian mencapai 456 orang akibat Covid-19 selama 24 jam.
 
Rekor itu membuat total kematian akibat corona di Rusia sebesar 34.387, secara signifikan lebih rendah daripada negara-negara lain yang terkena dampak parah. Ini sekaligus meningkatkan kekhawatiran bahwa pihak berwenang meremehkan tingkat keparahan krisis.
 
Investigasi CNN berdasarkan video yang diperoleh secara eksklusif dan analisis data kematian dari semua penyebab mengungkapkan bahwa jumlah kematian Covid-19 yang sebenarnya mungkin mencapai 130 ribu korban. Video tersebut memperlihatkan kondisi mengerikan di rumah sakit Rusia dan kamar mayat yang penuh sesak.
 


Moskow yang merupakan episentrum wabah Rusia, lebih siap menghadapi gelombang kedua Covid-19 daripada daerah-daerah yang kekurangan dana.
 
Putin mengakui bahwa beberapa daerah mengalami kekurangan obat-obatan dan waktu tunggu yang lama untuk mendatangkan ambulans, tapi pihak berwenang telah menangani situasi itu.
 
Dia menambahkan bahwa kepala daerah seharusnya tidak menutupi situasi, dengan mengatakan "berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja (adalah) sama sekali tidak dapat diterima".
 
"Kita melalui (pandemi) ini pada musim semi. Kita tahu apa dan bagaimana itu perlu dilakukan," kata Putin, seraya menambahkan bahwa vaksin sedang dalam proses.

Pada Agustus, Rusia mendaftarkan vaksin Covid-19 pertama di dunia, Sputnik V, yang dinamai berdasarkan satelit era Soviet.

Sejak itu, pengembangnya melaporkan bahwa hasil tes sementara menunjukkan vaksin itu 92 persen efektif, sedikit lebih rendah daripada kandidat vaksin internasional lainnya.
 
Bulan lalu, Putin mengumumkan bahwa Rusia telah mendaftarkan vaksin virus corona kedua, EpiVacCorona.

(ans/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK