IAEA Sebut Iran Langgar Batas Operasi Sentrifugal Nuklir

CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 03:59 WIB
Badan Energi Atom Internasional menyatakan Iran kembali mengoperasikan mesin sentrifugal untuk memperkaya uranium yang menjadi bahan bakar reaktor nuklir. Ilustrasi fasilitas nuklir Iran. (HAMED MALEKPOUR / FARS NEWS AGENCY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi bahwa Iran kembali mengoperasikan mesin sentrifugal untuk memperkaya uranium yang menjadi bahan bakar reaktor nuklir, yang berada di sebuah fasilitas bawah tanah.

Direktur IAEA, Rafael Grossi, mengatakan 174 mesin sentrifugal telah dipindahkan ke area baru situs nuklir Natanz dan baru-baru ini mulai beroperasi.

Pengoperasian mesin sentrifugal semacam itu, katanya, melanggar perjanjian nuklir 2015 yang telah diteken Iran dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, Rusia, Jerman, Prancis, dan China.


Meski Grossi mengatakan pengayaan uranium Iran sampai saat ini belum meningkat, tapi pengoperasian mesin sentrifugal sudah melampaui batas kesepakatan pengayaan uranium yang tertuang dalam perjanjian nuklir 2015.

"Ini sudah di luar batas JCPOA tetapi secara umum tidak ada peningkatan volume yang signifikan," ujar Grossi seperti dikutip Associated Press pada Kamis (19/11).

Menurut dokumen rahasia yang didistribusikan ke negara anggota JCPOA pekan lalu, Iran memiliki persediaan uranium sebanyak 2.442 kilogram pada 2 November lalu. Jumlah itu naik dari sebelumnya yakni 2.105,4 kilogram pada 25 Agustus lalu.

Sementara itu, dalam perjanjian JCPOA, Iran hanya boleh meningkatkan produksi uraniumnya sebanyak 202,8 kilogram. Iran juga terus meningkatkan pengayaan uraniumnya hingga tingkat kemurnian 4,5 persen, lebih tinggi dari yang diizinkan dalam kesepakatan tersebut sebanyak 3,67 persen.

Iran secara terbuka telah menyatakan tidak akan menaati perjanjian nuklir 2015 lagi karena Amerika Serikat menarik diri dari pakta tersebut pada 2019. AS di bawah Presiden Donald Trump juga menerapkan kembali serangkaian sanksi terhadap Iran.

Meski begitu, Iran saat ini terus terbuka dengan mengizinkan inspeksi IAEA ke fasilitas nuklirnya.

(rds/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK