KILAS INTERNASIONAL

Lonjakan Covid di Jepang hingga Raja Malaysia Batalkan Pemilu

CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 06:36 WIB
Jepang laporkan 2.000 kasus harian Covid untuk pertama kali hingga Raja Malaysia batalkan pemilu di Sabah demi cegah corona, ramaikan berita internasional. Ilustrasi pandemi virus corona di Jepang. (AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Kamis (19/11). Mulai dari Jepang laporkan 2.000 kasus harian Covid-19 untuk pertama kali hingga Raja Malaysia batalkan pemilu di Sabah demi cegah corona.

1. Jepang Laporkan 2.000 Kasus Harian Covid untuk Pertama Kali

Jepang melaporkan lebih dari 2.000 kasus virus corona pada Rabu (18/11) untuk pertama kalinya sejak wabah melanda. Para ahli mengatakan temuan itu bisa menjadi gelombang ketiga pandemi di negara itu.

Sebelum Rabu, rekor kasus harian virus corona di Jepang dilaporkan mencapai 1.737 selama tiga hari berturut-turut hingga Sabtu.


Kemudian angkanya melonjak pada Rabu dengan 2.195 kasus.Tokyo mencatat 493 kasus Covid-19, di mana pemerintah setempat berencana untuk meningkatkan kewaspadaan ke tingkat tertinggi di tengah kebangkitan virus.

2. Kronologi 17 WNI Positif Covid-19 saat Tiba di Jepang

Kedutaan Besar RI di Tokyo mengatakan 17 wargaIndonesia yang dinyatakan positif terinfeksivirus corona (Covid-19) setibanya diJepang merupakan pasien tanpa gejala (OTG).

"(Ya semuanya) OTG," kata pejabat fungsi penerangan sosial dan budaya KBRI Tokyo, Meinarti Fauzie, melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (19/11).

Belasan WNI itu, kata Meinarti, saat ini tengah diisolasi di fasilitas pemerintah Jepang di Osaka dan akan dikarantina selama 14 hari sejak kedatangan sebelum menjalani tes PCR kembali.

3. Raja Malaysia Batalkan Pemilu Sabah demi Cegah Covid-19

RajaMalaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah membatalkan pemilu sela di Sabah untuk mencegah penularan virus corona.
Keputusan itu didapat setelah Raja menyetujui deklarasi darurat di Batu Sapi, Negara Bagian Sabah.

"Dengan deklarasi ini, proses pemilihan sela Batu Sapi akan dihentikan untuk mencegah gelombang keempat Covid-19 dan tanggal baru akan ditentukan untuk pemilihan sela," ujar Pengawas Keluarga Kerajaan Ahmad Fadil Syamsuddin dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Rabu (18/11) seperti dikutip dari Antara.

Dia mengatakan Raja telah menyetujui deklarasi darurat Pemilu atau P185 Batu Sapi, Sabah, sebagai langkah proaktif untuk menanggulangi wabah Covid-19.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK