Manusia Jet Prancis Meninggal Saat Latihan di Dubai

CNN Indonesia | Jumat, 20/11/2020 07:15 WIB
Seorang jetman atau manusia yang terbang memakai mesin jet asal Prancis, Vince Reffet, meninggal dunia saat melakukan latihan di Dubai. Yves Rossy dan Vince Reffet saat melakukan manuver-manuver ala pesawat tempur di atas langit Dubai beberapa waktu lalu. (XDubai)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang jetman atau manusia yang terbang memakai mesin jet asal Prancis, Vince Reffet, meninggal dunia saat melakukan latihan di Dubai.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (17/11) pagi waktu setempat. Demikian pernyataan resmi pihak perusahaan yang diposting di Facebook.

Reffet tergabung dalam perusahaan Jetman Dubai.


"Vince adalah atlet berbakat, dan anggota tim kami yang sangat dicintai dan dihormati," bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari CNN.

"Pikiran dan doa kami bersama keluarga dan semua orang yang mengenal dan bekerja dengannya."

Jetman Dubai telah mengembangkan pakaian sayap bertenaga jet yang mampu mendorong manusia lepas landas dari tanah dan kemudian beralih ke penerbangan ketinggian.

Pada Februari Vince Reffet sempat membuat heboh lewat aksinya di udara dan viral di media sosial. Dia menjadi manusia pertama yang mendemonstrasikan transisi ke penerbangan ketinggian.

Pilot Jetman sebelumnya diluncurkan dari platform lebih tinggi, seperti helikopter. Reffet adalah yang pertama meluncurkan dari darat.

Wingsuit serat karbon Jetman Dubai didukung oleh empat mesin jet mini, dan para insinyur tim mampu membuat nosel vectoring dorong yang dikendalikan secara manual yang memungkinkan pilot "untuk mengontrol rotasi di sekitar sumbu yaw pada kecepatan nol."

Sumbu yaw tegak lurus dengan sayap dan memungkinkan pilot berbelok ke kiri dan ke kanan saat terbang secara horizontal.

Pilot dapat melayang, berhenti, berputar dan bermanuver, bahkan melakukan putaran.

Alat tersebut bisa mencapai ketinggian maksimum 6.100 meter (20.000 kaki), menurut situs web Jetman Dubai, durasi penerbangan maksimum 13 menit dan kecepatan tertinggi 220 knot (253 mil per jam).

Pada 2015, Reffet dan Yves Rossy terbang bersama jet penumpang terbesar di dunia, Airbus A380, di atas langit Dubai.

Reffet yang berusia 36 tahun itu juga dikenal suka melompat BASE, dan melompat dari Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia pada 2014.

(dea/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK