Pilot Jet F-16 Hilang Diduga Alami Disorientasi Spasial

CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 15:55 WIB
Pihak militer Taiwan menduga pilot yang mengendarai jet tempur F-16 yang hilang mengalami disorientasi spasial. Militer Taiwan menduga pilot jet tempur F-16 yang hilang mengalami disorientasi spasial. (Foto: AFP/MANJUNATH KIRAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan (MND) melaporkan investigasi awal tidak menemukan masalah mekanis yang mendasari hilangnya jet F-16 dan pilotnya pada Selasa (17/11). Pihaknya tidak mengesampingkan jika penyebabnya karena pilot mengalami disorientasi spasial (kebingungan menentukan arah saat mengemudikan pesawat).

Pihak militer tidak mengesampingkan bahwa pilot mungkin mengalami disorientasi spasial atau ilusi optik selama pendakian.

Jet tempur F-16 milik angkatan udara Taiwan menghilang dari radar pada Selasa (17/11) malam, hanya dua menit setelah lepas landas dari Pangkalan udara Hualien. Pilotnya, Kolonel Chiang Cheng-chih (44) hingga saat ini belum ditemukan.


Menteri Pertahanan Taiwan, Yen De-fa pada Rabu (18/11) pagi menuju Hualien untuk mendapatkan kabar terbaru terkait proses pencarian dan penyelamatan. Yen juga memberikan pidato kepada unit Chiang, Sayap Tempur Taktis ke-5.

Yen telah merilis temuan awal penyelidikan dalam konferensi pers kemarin malam di Taipei.

Komandan Angkatan Udara Jenderal Hatever Hou-chi mengatakan catatan komunikasi dan pemeliharaan radio menunjukkan bahwa semua sistem normal. Kemungkinan kecelakaan akibat kerusakan mekanis dinilai rendah.

Mengutip data dari radar penerbangan angkatan udara, Hatever mengatakan jet lepas landas dan naik dengan mulus ke ketinggian 2.100 meter. Namun pesawat turun hingga ke ketinggian 1.200 meter setelah 14 detik dan sempat menyentuh permukaan laut setelah 20 detik.

Hatevar juga mengatakan saat kejadian malam itu hujan gerimis dengan jarak pandang sekitar 7,5 kilometer. Namun pihak Angkatan Udara Taiwan belum dapat menyimpulkan jika pesawat jatuh di laut.

Dilansir Taipei Times, Hatevar menuturkan saat ini telah memobilisasi 16 pesawat dan 24 kapal untuk operasi pencarian dan penyelamatan. Sebuah kapal angkatan laut kemarin telah mencegat sinyal yang mungkin berasal dari jet yang hilang.

"Militer tidak akan menyerah untuk membawa Chiang pulang," ujarnya.

Semua jet F-16 telah dilarang terbang dan untuk sementara sedang diperiksa. Jet Tempur Pertahanan Pribumi (Indigenous Defense Fighter) kini tengah dikerahkan untuk menggantikan sementara operasional jet F-16.

Beberapa orang menganggap insiden itu menunjukkan meningkatnya tekanan yang dipikul oleh militer Taiwan seiring meningkatnya serangan dari pesawat Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), namun Wakil Menhan Nasional Chang Che-ping tidak setuju.

Menurutnya, pesawat PLA biasanya terdeteksi di zona identifikasi pertahanan udara barat daya negara (ADIZ), sehingga jet dimobilisasi dari pangkalan di Chiayi County atau lebih jauh ke selatan, bukan dari Hualien.

Data militer Taiwan menunjukkan tiga pesawat PLA yakni pesawat perang anti-kapal selam Y-8, pesawat perang elektronik Y08, dan pesawat perang elektronik Y-9 dicegat di barat daya ADIZ.

Sementara itu, Presiden Tsai Ing-wen pada Rabu mengatakan angkatan udara telah diinstruksikan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden jet F-16. Tsai juga memperingatkan Kemenhan untuk tetap waspada terkait pertahanan negara.

Tahun ini, 15 personel militer Taiwan telah hilang dalam insiden latihan atau pelatihan, termasuk Kepala Staf Umum Jenderal Shen Yi-ming yang tewas dalam kecelakaan helikopter Black Hawk di New Taipei City pada 2 Januari.

(ans/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK