Arkeolog Inggris Klaim Temukan Rumah Masa Kecil Yesus

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 11:26 WIB
Pakar arkeologi Inggris, Prof. Ken Dark, meyakini berhasil menemukan rumah masa kecil Yesus di Kota Nazareth, Tepi Barat. Ilustrasi Kota Nazareth. Pakar arkeologi Inggris, Prof. Ken Dark, meyakini berhasil menemukan rumah masa kecil Yesus di Kota Nazareth, Tepi Barat. (iStockphoto/FredFroese)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pakar arkeologi dan sejarah Universitas Reading, Inggris, Prof. Ken Dark, meyakini berhasil menemukan rumah masa kecil Yesus di Kota Nazareth, Tepi Barat.

Seperti dilansir RT, Rabu (25/11), Dark mengatakan sudah meneliti rumah kuno itu selama 14 tahun.

Bangunan itu diperkirakan dibangun pada abad pertama Masehi, yang saat ini berada tepat di bawah Biara Saudari Nazareth.


Pada 1930-an, bangunan itu memang diyakini sebagai tempat tinggal Yesus bersama Yusuf dan Bunda Maria. Akan tetapi, teori itu dipatahkan dan sejak itu klaim tersebut tidak pernah diakui secara ilmiah.

"Anda tidak akan pernah bisa mendapatkan naskah yang menyatakan bahwa ini rumah Yesus," kata Dark, seperti dikutip CBS News.

Dark meyakini bangunan itu adalah tempat tinggal Yesus di masa kecil dari hasil penelitiannya tentang bentuk bangunan.

Rumah itu, kata Dark, mencerminkan strata sosial masyarakat biasa dengan tangga yang dipahat dari batu, ruangan yang terbatas, dan teras serta bentuk atap yang sederhana.

"Tidak ada yang janggal dari bangunan itu. Bangunan itu tidak jelek, tetapi juga tidak menunjukkan tanda-tanda bangunan itu milik orang berada. Sangat biasa," ujar Dark.

"Jika ini adalah lingkungan masa kecil Yesus, maka tidak ada alasan untuk percaya bahwa beliau dibesarkan di tempat lain selain rumah pedesaan Galilea yang sangat khas pada masanya," ujar Dark.

Dark menyatakan dia juga meneliti kualitas bangunan itu. Menurut dia, orang yang membangun sangat piawai mengolah dan menyusun batu untuk membangun rumah.

Situs arkeologi itu pertama kali ditemukan pada 1880. Proses penggalian situs itu dilakukan selama 50 tahun oleh para biarawati yang bermukim di biara itu, dan proyek itu dipimpin seorang perempuan, Mere Giraud.

Akan tetapi, karena dinilai sulit membuktikan bangunan itu adalah tempat tinggal Yesus, alhasil situs itu terbengkalai bertahun-tahun.

Akan tetapi, Dark menyatakan klaimnya masih bisa diperdebatkan jika ada temuan baru di kemudian hari.

"Hal ini memang masih diperdebatkan karena masih banyak sejumlah kemungkinan untuk membuktikannya. Saya seorang arkeolog. Saya tidak mengarang cerita, dan hanya menggali bukti-bukti. Apa yang ada di sana terlihat sangat meyakinkan," kata Dark.

(RT/CBS News/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK