Viral Pengusiran Migran dari Kamp, Polisi Paris Diselidiki

AP, CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 02:36 WIB
Aksi polisi Paris, Prancis, yang mengusir migran dari tenda di kamp Place de la Republique menuai kecaman dari aktivis dan publik. Polisi Paris membubarkan tenda pengungsi yang dianggap ilegal. (Foto: AP/Alexandra Henry)
Jakarta, CNN Indonesia --

Publik dan aktivis Prancis mengecam tindakan polisi yang mengusir kaum migran dari tenda pada Selasa (24/11). Kementerian Dalam Negeri Prancis pun memerintahkan penyelidikan internal.

Rekaman aksi posisi yang mengusir tenda saat mengevakuasi kamp protes di Paris viral dan menarik perhatian banyak pihak.

Corinne Torre, kepala kelompok bantuan dari Doctors Without Borders di Prancis, menuturkan polisi mengangkat tenda yang di dalamnya berisi kaum migran, mengguncang mereka hingga jatuh ke tanah. Mereka juga dipukuli dengan tongkat dalam evakuasi pada Senin (23/11) malam.


Gambar yang diunggah menunjukkan para aktivis dan pejabat lokal berteriak sebagai upaya menghalangi polisi dan memisahkan dari para migran.

Torre, yang menyaksikan proses evakuasi mengatakan, beberapa orang mendatangi kelompok bantuannya untuk meminta perawatan karena mengalami luka-luka.

Markas besar polisi Paris dalam sebuah pernyataan mengatakan migran yang berada di kamp Place de la Republique dievakuasi karena ilegal.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin telah memerintahkan penyelidikan setelah rekaman pengusiran migran viral di internet.

Kelompok bantuan dan pemerintah sedang bekerja untuk mencari tempat tinggal sementara bagi ratusan migran yang dipindahkan secara paksa dari kamp di Place de la Republique di timur Paris pada Senin malam.

Darmanin telah memerintahkan provost untuk melakukan penyelidikan atas "insiden tertentu" dan berjanji untuk mempublikasikan hasilnya.

"Apakah saya terkejut dengan beberapa gambar (tentang evakuasi)? Jawabannya adalah ya," kata Darmanin kepada Parlemen seperti mengutip Associated Press.

Reaksi cepat Darmanin sangat kontras dengan pembelaan kuatnya terhadap polisi dalam beberapa bulan terakhir, dan tanggapan pemerintah terhadap kekerasan berkelanjutan oleh polisi yang menimpa massa demonstrasi rompi kuning dan massa lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Kelompok bantuan dan legislator Paris mengatakan sebagian besar migran berasal dari Afghanistan, Somalia, dan Eritrea.

Menteri Kewarganegaraan dan Perumahan dalam sebuah pernyataan mengatakan 240 tempat penginapan sementara telah dialokasikan untuk para migran. Pihaknya juga mengatakan mereka "harus diperlakukan dengan kemanusiaan dan persaudaraan".

(ans/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK