Thailand Bakal Produksi Vaksin AstraZeneca Pertengahan 2021

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 22:46 WIB
Thailand akan menerima vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan farmasi asal Inggris AstraZeneca dan Oxfored paling cepat pertengahan 2021. Ilustrasi vaksin corona. (Foto: iStockphoto/nevodka)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thailand akan menerima vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal Inggris AstraZeneca dan Universitas Oxford paling cepat pada pertengahan 2021.

Vaksin tersebut akan diproduksi secara lokal di pabrik produksi Siam Bioscience Group yang berlokasi di Pathum Thani.

Pemerintah Thailand bekerja sama dengan AstraZeneca dan Universitas Oxford untuk memproduksi vaksin itu di pabrik tersebut.


AstraZeneca memilih Siam Bioscience Group sebagai mitra regionalnya dalam memproduksi vaksin untuk kawasan Asia Tenggara.

Direktur National Vaccine Institute (NVI), Nakhon Premsri mengatakan kepada media bahwa dia yakin perusahaan farmasi asal Inggris itu akan segera mendapatkan persetujuan vaksin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Inggris.

Dia mengatakan saat ini Siam Bioscience Group sedang dalam proses transfer teknologi yang disediakan oleh perusahaan. Setelah itu, pabrik akan memulai batch produksi pertama untuk proses pengiriman vaksin jadi untuk memperoleh persetujuan FDA Thailand pada Maret.

"Jika vaksin itu mendapat persetujuan dari FDA Thailand, kami akan mulai memproduksi untuk publik pada pertengahan tahun depan. Kami yakin bahwa vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca akan segera mendapat persetujuan dari FDA yang berbasis di Inggris, karena memiliki tingkat efikasi tinggi 70 persen, itu lebih tinggi dari yang disyaratkan WHO yaitu 50 persen," jelasnya.

Hasil uji klinis fase 3 menunjukkan vaksin AstraZeneca 70 persen efektif dan telah melonjak menjadi 90 persen efektif tergantung pada dosis.

Dilansir Nation Thailand, Siam Bioscience Group memiliki kapasitas produksi 180 juta hingga 200 juta dosis per tahun atau 15 juta dosis per bulan. Sebagai langkah awal, pihaknya akan memproduksi 26 juta dosis bagi 13 juta warga Thailand.

Dengan bahan baku yang dikirim langsung dari perusahaan, vaksin akan diproduksi sesuai pesanan oleh Departmen Pengendali Penyakit Menular (DDC).

Direktur Pelaksana DDC, Opas Kankawinphong, memperkirakan Thailand membutuhkan 2 juta dosis per bulan dan sisanya akan diekspor ke negara tetangga.

Dia juga mengatakan pemerintah akan menghabiskan 3,7 miliar baht untuk mempersiapkan transportasi, penyimpanan vaksin, sistem pemantauan, dan kampanye guna meningkatkan kesadaran publik tentang bagaimana mendapatkan vaksin.

"Memberikan 26 juta dosis vaksin kepada lebih dari 13 juta orang di Thailand belum pernah terjadi sebelumnya. Yang terbesar yang pernah kami berikan adalah lima juta dosis vaksin flu. Jadi kita perlu membuat semuanya bekerja, terutama dalam hal menciptakan kesadaran di antara masyarakat," ujarnya.

Dewan Vaksin diperkirakan akan mengungkapkan pada Desember mengenai kelompok mana yang akan menerima vaksin terlebih dahulu dengan mempertimbangkan tingkat kematian, kemungkinan infeksi, dan lain-lain.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK