Ambil Organ Pasien Secara Ilegal, 4 Dokter di China Dibui

CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 15:44 WIB
Enam orang termasuk empat dokter di tenggara China dipenjara setelah kedapatan mengambil organ tubuh pasien secara ilegal. Ilustrasi borgol. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia --

Enam orang termasuk empat dokter di tenggara China dipenjara setelah kedapatan mengambil organ tubuh pasien secara ilegal.

Pengadilan Kota Bengpu menyatakan keenam orang tersebut bersalah karena mengambil organ tubuh dari 11 pasien secara ilegal antara 2017-2018.

Keenam orang itu divonis penjara antara 10-28 bulan.


Tiga dari empat dokter tersebut merupakan koordinator pengadaan organ di rumah sakit tempat mereka bekerja.

Pengadilan menjatuhkan vonis pada Juli lalu. Keenamnya sempat mengajukan banding namun ditolak pada Agustus lalu.

Rincian kasus ini kembali mencuat setelah salah satu putra korban, Shi Xianglin, mengungkapkan kejadian ini kembali ke publik.

Dikutip dari South China Morning Post, kasus pengambilan organ ini terbongkar oleh polisi pada April 2018 lalu setelah Shi, yang sempat koma bersama ibunya, Li Ping, akibat kecelakaan mobil, mengajukan pengaduan.

Menurut laporan, ayah dan saudara perempuan Shi ditipu untuk menandatangani formulir persetujuan palsu, sementara kerabat lainnya diberi uang 200 ribu yuan sebagai "subsidi" donor organ tersebut.

Menurut dokumen pengadilan, mantan kepala unit perawatan intensif Rumah Sakit Rakyat Kabupaten Huaiyuan, Shi Yang Suxun, menargetkan korban kecelakaan mobil atau pasien dengan kerusakan otak akut sebagai pendonor korban.

Yang kemudian menghubungi pasien dan membujuk mereka agar setuju menyumbangkan organ-organ mereka dan mengirimkan hasil tes lab ke rekannya di Nanjing.

Ketika kandidat pendonor cocok, para dokter pergi dari Nanjing ke Huaiyuan untuk mendapatkan persetujuan keluarga pasien secara resmi dan menandatangani sejumlah dokumen yang diyakini sebagai formulir sah.

Para pasien pendonor kemudian dioperasi dengan tergesa-gesa di dalam mobil van yang diubah menjadi ambulans. Operasi itu dilakukan tanpa kehadiran staf Palang Merah China (RCSC) atau keluarga pasien seperti yang disyaratkan dalam hukum medis Negeri Tirai Bambu.

Dilansir South China Morning Post, seorang mantan kepala pengadaan orgam di nanjing Drum Tower Hospital, Huang Xinli, telah melakukan 10 dari 11 operasi pengambilan organ.

Huang dibantu oleh Wang Hailiang, dokter RS Jiangsu dan RS Nanjing Drum Tower selama 2015-2018.

Dua kaki tangan Huang, Huang Chaoyang dan sopir mobil van, Ou Yang, juga ikut dipenjara.

Dokter lainnya, Lu Sen, petugas pengadaan organ RS Rakyat Jiangsu, bertanggung jawab atas operasi pengambilan organ satu pasien lainnya.

Keenam orang itu dinyatakan bersalah karena "menghina jenazah". Para dokter juga disebut melewati kewenangan resmi mereka dan memalsukan catatan medis.

Praktik donor organ memang kerap menjadi sorotan di China. Pada 2005, eks menteri kesehatan China, Huang Jiefu, secara terbuka mengakui bahwa Tiongkok kerap mengambil organ tahanan yang dieksekusi mati untuk transplantasi.

Sebuah makalah yang dia tulis selama enam tahun juga memaparkan bahwa sebanyak 90 persen transplantasi di Tiongkok menggunakan organ tubuh tahanan yang dieksekusi mati.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK