Xi Jinping Perintahkan Militer China Rajin Latihan Perang

CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 12:40 WIB
Presiden China Xi Jinping memerintahkan angkatan bersenjata meningkatkan intensitas latihan tempur demi memperbesar peluang memenangkan perang. Presiden China Xi Jinping. (ANTHONY WALLACE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden China Xi Jinping memerintahkan angkatan bersenjata Negeri Tirai Bambu meningkatkan intensitas latihan tempur demi memperbesar peluang memenangkan perang.

Dalam rapat bersama Komisi Militer Pusat (CMC) Partai Komunis China, Xi menekankan implementasi penguatan militer termasuk strategi perang dalam menghadapi era baru.

Dia mendesak Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) segera menetapkan sistem latihan militer baru dan mendukung modernisasi angkatan bersenjata negara hingga menjadi militer kelas dunia.


"Latihan militer adalah inti dari pekerjaan sehari-hari militer sebagai cara menciptakan dan meningkatkan kapabilitas berperang. Latihan militer juga merupakan bentuk kesiapan militer suatu negara," kata Xi seperti dikutip kantor berita Xinhua pada Kamis (26/11).

Xi memaparkan bahwa perubahan terus terjadi di dunia, terutama di sekitar lingkungan keamanan negara. Ia juga mengatakan situasi perang dan bentuk perang modern terus berubah.

Karena itu, Xi menegaskan pentingnya mengubah sistem latihan militer China ke tahap baru, termasuk perencanaan strategi militer yang lebih baik demi memenuhi kebutuhan perang.

Xi juga menyerukan upaya dalam meningkatkan kapabilitas militer dalam operasi bersama dan terintegrasi hingga peningkatan literasi ilmu pengetahuan dan teknologi bagi setiap personel militer.

Menurut Xi, kemampuan literasi membantu setiap personel lebih mudah memahami penggunaan taktik dan senjata baru.

Tuntutan Xi terhadap peningkatan kapabilitas militer ini terjadi ketika China terus menghadapi tekanan dari pesaingnya, Amerika Serikat, dan sekutunya di kawasan.
Belakangan, China juga terlibat bentrok militer dengan India di perbatasan di Himalaya yang masih menjadi sengketa kedua negara.

Dalam politik domestik, China juga terus mendapatkan tekanan dari Taiwan, wilayah yang dianggap pembangkang karena terus berupaya memerdekakan diri, dan juga gerakan pro-demokrasi di Hong Kong.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK