Selandia Baru Dakwa 10 Organisasi Terkait Letusan Gunung Api

CNN Indonesia | Senin, 30/11/2020 18:05 WIB
Otoritas Selandia Baru mengajukan 13 dakwaan pelanggaran keselamatan terhadap 10 organisasi terkait letusan gunung api di White Island tahun lalu. Evakuasi korban letusan gunung berapi di White Island, Selandia Baru. (Foto: Alan Gibson/New Zealand Herald via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Selandia Baru mengajukan 13 dakwaan pelanggaran keselamatan terhadap 10 organisasi dan tiga orang setelah letusan gunung berapi di White Island tahun lalu yang menewaskan 22 orang.

Untuk saat ini nama-nama terdakwa dirahasiakan oleh pihak berwenang di bawah aturan hukum Selandia Baru. Tapi dua lembaga yang mengandalkan dana publik telah mengungkapkan bahwa pihaknya termasuk di antara pihak-pihak yang dituduh, yakni GNS Science dan National Emergency Management Agency.

Sementara beberapa lembaga lainnya kemungkinan besar merupakan perusahaan swasta yang membawa turis ke pulau itu. Orang-orang yang dituduh adalah direktur atau manajer perusahaan.


Masing-masing organisasi menghadapi denda maksimal 1,5 juta dolar Selandia Baru dan setiap orang yang dituduh menghadapi denda maksimum 300 ribu dolar Selandia Baru.

Tuduhan itu diajukan oleh badan WorkSafe Selandia Baru dan terpisah dari penyelidikan polisi yang sedang berlangsung atas letusan tersebut, yang dapat mengakibatkan lebih banyak dakwaan. Keluarga dari beberapa korban yang meninggal dan terluka juga telah mengajukan tuntutan hukum sendiri.

"Peristiwa yang sangat tragis ini tidak terduga. Tapi bukan berarti itu tidak terprediksi," kata kepala eksekutif WorkSafe, Phil Parkes seperti mengutip AFP.

Parkes mengatakan, para korban termasuk turis dan pemandunya berharap bisa pergi ke pulau itu dengan keyakinan bahwa organisasi yang terlibat telah memenuhi persyaratan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan mereka.

Sebelum letusan terjadi pada 9 Desember, pulau itu telah menjadi tujuan wisata populer di negara tersebut. Tapi saat ini banyak orang yang mempertanyakan mengapa saat itu turis tetap diizinkan berkunjung.

Padahal pantauan para ahli sebelum kejadian saat itu ada peningkatan aktivitas seismik sehingga tingkat kewaspadaan gunung berapi ditingkatkan dua pekan sebelum letusan.

Ada 47 orang di White Island, ujung gunung berapi bawah laut yang juga dikenal dengan nama asli Maori Whakaari, ketika terjadi semburan uap super panas. Sekitar 25 orang dilaporkan selamat dan harus menderita luka bakar parah.

Mayoritas korban tewas dan terluka adalah turis yang melakukan perjalanan dari Australia dengan kapal pesiar Royal Caribbean Ovation of the Seas. Korban tewas terdiri dari 14 orang Australia, lima orang Amerika, dua orang Selandia Baru, dan satu orang dari Jerman.

WorkSafe memiliki tenggat waktu satu tahun menurut undang-undang untuk mengajukan tuntutan.

"Saat ini, saya tahu semua pikiran warga Selandia Baru tertuju pada keluarga dan mereka yang mengalami kehilangan atau cedera. Tidak ada proses yang mudah dari sini. Namun tugas WorkSafe adalah memastikan bahwa jika ada pertanyaan yang harus dijawab, mereka berperan dalam memimpin tuntutan itu," kata Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK