Iran Tuding Israel Bunuh Mohsen Fakhrizadeh dari Jauh

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 30/11/2020 19:56 WIB
Iran menuding Israel melakukan pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh dari jarak jauh. Pejabat penting Iran menghadiri pemakaman Mohsen Fakhrizadeh. (Iranian Defense Ministry via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Shamkhani, menuduh Israel menggunakan "perangkat elektronik" untuk membunuh ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh dari jarak jauh. Ali melontarkan komentar tersebut pada pemakaman Mohsen.

Pernyataan Ali pada pemakaman Mohsen pada Senin (30/11) ini secara drastis mengubah kisah pembunuhan Mohsen yang terjadi Jumat lalu. Pihak berwenang awalnya mengatakan sebuah truk meledak dan kemudian orang-orang bersenjata menembaki Mohsen.

Press TV, TV berbahasa Inggris milik pemerintah, sebelumnya melaporkan senjata yang ditemukan dari tempat kejadian memiliki "logo dan spesifikasi industri militer Israel".


Sementara saluran TV pemerintah berbahasa Arab, Al-Alam, mengklaim senjata yang digunakan "dikendalikan oleh satelit". Klaim yang sama juga dilaporkan oleh kantor berita Iran, Fars News pada Minggu.

Dilansir Associated Press, kendati demikian tak satu pun dari outlet media tersebut memberikan bukti untuk mendukung klaim mereka.

"Sayangnya, operasi tersebut adalah operasi yang sangat rumit dan dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronik. Tidak ada orang yang hadir di sana," kata Ali kepada TV pemerintah.

Israel berulang kali menolak merespons tudingan terkait keterlibatan mereka dalam kematian Mohsen.

Ali selain itu juga menyalahkan kelompok pengasingan Iran, Mujahedeen-e-Khalq (MEK) karena "memiliki peran" tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. MEK pun belum mengomentari tudingan ini.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, pemakaman Mohsen berlangsung di bagian luar area Kementerian Pertahanan Iran di Teheran dan dihadiri oleh para pejabat termasuk Kepala Pengawal Revolusi Jenderal Hossein Salami, Pemimpin Pasukan Quds Jenderal Esmail Ghaani, Kepala Program Nuklir Sipil Ali Akbar Sahei, dan Menteri Intelijen Mamoud Alavi.

Mereka duduk terpisah satu sama lain sambil mengenakan masker ketika ayat-ayat suci Alquran dilantunkan.

Kemudian Menteri Pertahanan Jenderal Amir Hatami memberikan pidato setelah mencium peti mati Mohsen. Dia mengatakan pembunuhan ilmuwan itu akan membuat Iran "lebih bersatu, lebih bertekad".

"Untuk kelanjutan jalan Anda, kami akan melanjutkan dengan lebih cepat dan lebih banyak kekuatan," kata Hatami dalam pidatonya yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah.

Dia juga mengkritik negara-negara yang tidak mengutuk pembunuhan Mohsen.

"[Peristiwa] ini akan menyusul kalian suatu hari nanti," ujarnya.

Tapi semalam, Uni Emirat Arab (UEA) mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya mengutuk "pembunuhan keji itu". UEA memperingatkan bahwa pembunuhan itu "dapat memicu konflik lebih lanjut di wilayah tersebut".

Selain itu, Hatami juga menyebut bahwa gudang senjata nuklir Amerika Serikat dan tumpukan bom atom yang sejak lama dicurigai dimiliki Israel sebagai "ancaman paling berbahaya terhadap kemanusiaan".

Para pelayat kemudian menguburkan Mohsen di halaman masjid Imamzadeh Saleh di Teheran utara.

Mohsen memimpin program AMAD Iran. Baik Israel maupun negara Barat menduga program itu sebagai operasi militer uji kelayakan untuk membangun senjata nuklir. Badan Energi Atom Internasional mengatakan bahwa "program terstruktur" tersebut berakhir pada 2003. Badan intelijen AS pun setuju dengan penilaian tersebut dalam laporan pada 2007.

Tapi Israel menegaskan bahwa Iran masih mempertahankan ambisinya untuk mengembangkan senjata nuklir, merujuk pada program rudal balistik Teheran dan penelitian teknologi lainnya. Iran sudah sejak lama mempertahankan program nuklirnya untuk tujuan damai.

(ans/stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK