Media Asing Soroti Bentrok Polisi dengan FPI

CNN Indonesia | Selasa, 08/12/2020 09:36 WIB
Sejumlah media asing menyoroti bentrokan yang terjadi antara polisi dengan massa pendukung FPI di Tol Jakarta-Cikampek. lustrasi. Laskar FPI saat melakukan latihan beladiri rutin dan persiapan milad di kawasan Kemayoran. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah media asing menyoroti bentrokan yang terjadi antara polisi dengan massa pendukung Front Pembela Islam (FPI) di jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) dini hari. Insiden itu menewaskan enam orang.

Stasiun televisi dan radio Amerika Serikat, Voice of America (VOA) menulis artikel Indonesian Police Kill Supporters of Hardline Cleric in Jakarta Highway Clash.

Dalam artikel itu, VOA mewawancarai juru bicara pemimpin FPI Rizieq Shihab, Munarman yang menganggap bahwa kematian enam pendukung kelompoknya itu merupakan "pembunuhan di luar hukum" yang dilakukan Polri.


Selain VOA, situs berita asal Singapura, Channel News Asia dan koran Straits Times, juga memberitakan hal serupa. Kedua media itu menyoroti kematian enam pendukung FPI dalam bentrokan dengan polisi.

Sementara itu, stasiun televisi berbahasa Arab dan Inggris yang berbasis di Doha, Qatar, Al Jazeera, kantor berita Associated Press, dan koran New York Times, juga meliput bentrokan antara pendukung Rizieq Shihab dan polisi tersebut.

Bentrokan antara polisi dan massa pendukung FPI terjadi sekitar Senin pukul 03.00 WIB. Kejadian bermula saat penyidik kepolisian mendapatkan informasi terkait pengerahan massa yang akan dilakukan untuk mengawal pemeriksaan Rizieq di Polda.

Polisi pun menyelidiki dan memastikan informasi tersebut. Sejumlah petugas polisi menggunakan mobil Polda Metro Jaya kemudian mengikuti kendaraan yang diduga merupakan pengikut dari Rizieq.

Ketika polisi mengintai mobil tersebut, tiba-tiba kendaraan petugas diberhentikan dan dipepet oleh massa yang diduga pengikut Rizieq.

Polisi kemudian mengaku diserang menggunakan senjata api dan senjata tajam sehingga memaksa aparat melakukan tindakan tegas dengan menembaki massa tersebut demi melindungi diri.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK