Erdogan Diprotes Iran Gara-gara Puisi, Turki Marah

CNN Indonesia | Minggu, 13/12/2020 00:00 WIB
Turki marah pada Iran karena dianggap menggunakan bahasa kasar kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (AFP/ADEM ALTAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Turki marah pada Iran karena menggunakan bahasa kasar kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan. Iran sebelumnya mengecam Erdogan karena puisi yang dia bacakan saat kunjungan ke Azerbaijan dianggap bisa memicu separatisme.

"Kami mengutuk penggunaan bahasa ofensif terhadap presiden kami dan negara kami atas pembacaan puisi, yang maknanya sengaja diambil di luar konteks," kata Direktur Komunikasi Kepresidenan Fahrettin Altun, Sabtu (12/12) seperti dikutip dari AFP.

Erdogan melakukan kunjungan ke Azerbaijan pada Kamis (11/12) untuk menghadiri parade militer yang menandai kemenangan Baku atas Armenia setelah enam pekan bertempur di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.


Dalam kunjungan itu, Erdogan membacakan sebuah puisi yang menurut Teheran dapat memicu separatisme di antara minoritas Azeri Iran.

Iran adalah rumah bagi komunitas Azeri, terutama di provinsi barat laut di sebelah Azerbaijan dan Armenia, di mana sungai Aras menjadi perbatasan.

Keesokan harinya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menulis di Twitter menanggapi puisi Erdogan.

"Presiden Erdogan tidak diberitahu bahwa apa yang dia ucapkan dengan buruk di Baku mengacu pada pemisahan paksa wilayah utara Aras dari tanah air Iran," kata Zarif.

Menurut kantor berita Iran, ISNA, puisi itu adalah salah satu simbol separatis pan-turkisme.

ISNA mengatakan bait-bait puisi itu menunjuk ke Aras dan "mengeluh tentang jarak antara orang-orang yang berbicara bahasa Azeri di kedua sisi sungai."

Iran langsung memanggil duta besar Turki di Teheran untuk melayangkan protes.

Duta Besar Turki diberitahu bahwa era klaim territorial dan ekspansionis kerajaan telah berakhir. Iran menegaskan tak akan membiarkan siapa pun yang ikut campur dalam integritas teritorial mereka.

Turki pun juga memanggil duta besar Iran untuk Ankara.

Kementerian Luar Negeri Turki memanggil Duta Besar Iran Mohammad Farazmand guna menyampaikan protes atas kecaman terhadap puisi Erdogan dan pemanggilan Dubes Turki untuk Tehran.

Dalam pertemuan tersebut Turki menolak tuduhan mencampuri integritas teritorial Iran.

Turki menekankan bahwa jika Teheran memiliki ketidaknyamanan dengan masalah apa pun yang terkait dengan mereka, tidak bisa diterima jika menteri luar negeri Iran menyerang lewat Twitter ketika ada saluran lain untuk berkomunikasi.

Mereka menggarisbawahi bahwa pendekatan itu bertentangan dengan hubungan erat antara Turki dan Iran. Menurut Turki, pada kenyataannya hal itu hanya akan memuaskan mereka yang ingin merusak hubungan tersebut.

Iran dan Turki telah meningkatkan kerja sama ekonomi selama dekade terakhir tetapi tetap menjadi saingan di beberapa bagian Timur Tengah dan Asia Tengah.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK