Swiss Izinkan Vaksin Pfizer-BioNTech, Mulai Suntik Usai Natal

AFP | CNN Indonesia
Minggu, 20 Dec 2020 05:20 WIB
Swiss telah berikan izin vaksin corona Pfizer-BioNTech dan akan mulai suntikan vaksinasi setelah Natal. Swiss beri izin penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech dan akan mulai vaksinasi setelah Natal (AFP/JUSTIN TALLIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Swiss menyetujui penggunaan darurat vaksin corona Pfizer-BioNTech dan imunisasi akan dimulai tepat setelah Natal.

Otoritas regulasi Swissmedic telah memberikan lampu hijau, Sabtu (19/12) setelah tinjauan bergulir selama dua bulan.

Swiss belakangan mengalami peningkatan kasus virus corona. Swiss mencatat lebih dari 4.000 kasus baru dan 100 kematian setiap hari. Ada total 400.000 infeksi dan hampir 6.000 kematian sejak pandemi dimulai.


"Setelah meninjau dengan cermat informasi yang tersedia, Swissmedic menyimpulkan bahwa vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech aman dan manfaatnya lebih besar daripada risikonya," kata Swissmedic.

Menteri Kesehatan Alain Berset menambahkan: "Kami dapat mulai melakukan vaksinasi dalam beberapa hari mendatang.

"Mereka yang sangat rentan akan mendapat prioritas," katanya, mengacu pada para lansia dan mereka yang memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya.

Selain itu, Berset mengatakan vaksin itu tidak wajib tetapi "sangat dianjurkan" - dan gratis.

Jumlah ini mencapai sekitar dua juta orang di Swiss, yang memiliki populasi 8,6 juta.

Vaksin produksi raksasa farmasi AS Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech ini dibuat dengan teknologi pengembangan vaksin baru yang menggunakan materi genetik berupa mRNA (messenger ribonucleic acid).

"Tingkat perlindungan yang diberikan tujuh hari setelah suntikan kedua lebih dari 90 persen pada orang dewasa," kata Swissmedic tentang data yang ditinjau.

Regulator mengatakan efek samping yang paling sering didokumentasikan adalah "sebanding dengan efek samping setelah vaksinasi flu".

Distribusi vaksi yang harus disimpan pada suhu -70 derajat Celcius itu akan dilakukan oleh tentara Swiss. Tentara mengatakan mereka mendapat jaminan lisan dari Pfizer-BioNTech bahwa mereka akan memberikan hampir 107.000 dosis dalam beberapa hari mendatang. Tambahan 250.000 dosis akan dilakukan mulai Januari.

Pengumuman itu datang sehari setelah pemerintah Swiss mengatakan bar dan restoran akan sekali lagi ditutup di seluruh negeri mulai Selasa setidaknya selama sebulan.

"Jumlah infeksi sangat tinggi dan terus meningkat. Rumah sakit dan petugas kesehatan berada di bawah tekanan ekstrim selama berminggu-minggu dan periode perayaan meningkatkan risiko peningkatan kasus yang lebih cepat," katanya.

Virginie Masserey, kepala strategi vaksin kementerian kesehatan Swiss menyebut vaksin bisa memberikan tingkat kekebalan selama enam bulan hingga satu tahun.

Swiss telah mendapatkan sekitar 15,8 juta dosis vaksin Covid-19, dalam kesepakatan dengan tiga produsen.

Perusahaan telah menandatangani kontrak untuk sekitar tiga juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech, sekitar 7,5 juta dosis vaksin Moderna, dan sekitar 5,3 juta dosis vaksin AstraZeneca.

Diperlukan dua dosis suntikan per orang untuk ketiga vaksin tersebut.

(eks/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER