Prancis Vonis Penjara Seumur Hidup Pelaku Teror Kereta 2015

CNN Indonesia | Senin, 21/12/2020 10:11 WIB
Pengadilan Prancis memvonis pelaku teror di kereta pada 2015, Ayoub El Khazzani (31), dengan penjara seumur hidup. Ilustrasi pengadilan. (iStockphoto/Tolimir)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengadilan Prancis menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada pelaku upaya teror di kereta lintas Eropa pada 2015, Ayoub El Khazzani (31).

Dilansir Middle East Monitor, Senin (21/12), hakim juga menjatuhkan hukuman penjara dengan masa berbeda kepada tiga orang yang membantu Khazzani. Mereka adalah Bilal Chatra, Rédouane El Amrani Ezzerrifi dan Mohamed Bakkali.

Hakim menyatakan ketiganya terbukti membantu perjalanan El Khazzani dari Suriah menuju Belgia untuk mempersiapkan serangan. Chatra, Ezzerrifi dan Bakkali masing-masing divonis penjara 27 tahn, 25 tahun dan tujuh tahun.


El Khazzani , yang berkewarganegaraan Maroko, adalah seorang milisi ISIS. Dia hendak melakukan serangan teror dengan penembakan di sebuah kereta cepat rute Belanda-Paris pada Agustus 2015.

Dia menumpang kereta itu dari Brussels, Belgia, dengan membawa senapan serbu Kalashnikov serta sembilan magasin masing-masing berisi 30 peluru tajam.

Selain itu, El Khazzani juga membawa pistol otomatis, pisau cutter, dan bom molotov.

Menurut amar putusan, El Khazzani mempersiapkan serangan begitu kereta melewati perbatasan Prancis. Dia terlebih dulu masuk ke toilet kereta untuk mempersiapkan senjata api.

Aksi El Khazzani digagalkan oleh empat orang penumpang, yakni tiga warga Amerika Serikat dan seorang warga Inggris.

Tiga warga AS itu adalah Alek Skarlatos yang sedang bebas tugas dari dinas tentara cadangan, Spencer Stone yang merupakan prajurit Angkatan Udara AS, dan rekan mereka, Anthony Sadler. Saat itu ketiganya tengah berlibur ke Eropa.

Seorang warga Inggris yang turut melumpuhkan pelaku adalah pengusaha bernama Chris Norman. Dia mencekik El Khazzani hingga pelaku pingsan.

El Khazzani sempat melepaskan tembakan dan mengenai seorang lelaki keturunan Prancis-AS bernama Mark Magoolian. Stone membantu Magoolian tetap sadar hingga kereta singgah di stasiun terdekat.

Kereta itu lantas mengubah rute perjalanan dan berhenti di stasiun Arras. Di sana sudah menunggu aparat kepolisian Prancis yang kemudian menangkap El Khazzani.

Pemerintah Prancis lantas memberikan penghargaan Legion d'Honneur dan kewarganegaraan kepada tiga warga AS itu. Mereka juga bersaksi dalam persidangan El Khazzani.

Kisah ketiga warga AS itu diabadikan dalam film karya sutradara Clint Eastwood berjudul The 15:17 to Paris.

(Middle East Monitor/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK