Rombongan Dokter Terkena Bom Mobil di Afghanistan, 5 Tewas

CNN Indonesia | Selasa, 22/12/2020 23:31 WIB
Serangan bom mobil di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, menewaskan lima orang termasuk empat dokter. Ilustrasi serangan bom mobil di Afghanistan. (AP/Rahmat Gul)
Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan bom mobil kembali terjadi di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, dan menewaskan lima orang termasuk empat dokter.

Dilansir Associated Press, Selasa (22/12), menurut penuturan Juru Bicara Kepolisian Kabul, Ferdaws Faramarz, bom mobil itu meledak ketika sebuah mobil sedan yang ditumpangi lima orang sedang melintas.

Empat orang dokter yang berada di dalam mobil nahas itu dilaporkan hendak menuju tempat kerja mereka di Penjara Puli Charkhi, Doghabad.


Belum jelas apakah para dokter itu memang menjadi sasaran serangan bom. Sebab, mobil yang mereka tumpangi tidak memiliki tanda pengenal apapun.

Saking besarnya ledakan bom itu, mobil yang ditumpangi para korban nyaris hancur.

Faramarz mengatakan identitas orang kelima yang tewas masih misterius. Dia menambahkan, dua warga turut terluka dalam kejadian itu.

Sampai saat ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan bom mobil itu.

Pada Minggu (20/12) pekan lalu, sebuah bom mobil juga meledak di Kabul, dan menewaskan sembilan orang. Seorang anggota dewan perwakilan rakyat setempat, Khan Mohammad Wardak, terluka dalam kejadian itu.

Bom mobil itu meledak ketika Wardak dan rombongannya melintasi di sebuah persimpangan di kawasan Khoshal Khan. Api akibat ledakan menyambar sejumlah kendaraan penduduk yang diparkir di sekitarnya, serta merusak sejumlah bangunan dan pertokoan.

Di Provinsi Ghazni, seorang jurnalis bernama Rahmatullah Nekzad tewas ditembak orang tidak dikenal saat menuju masjid pada Senin (21/12) kemarin.

Aksi kekerasan terus terjadi di Afghanistan, di tengah proses perundingan damai antara pemerintah dan kelompok Taliban.

Perundingan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan di Qatar berlangsung alot. Keduanya ingin mengakhiri peperangan yang sudah terjadi di negeri itu selama beberapa dasawarsa, serta memerangi kelompok ISIS yang kerap meneror penduduk setempat.

(Associated Press/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK