Pria Kulit Hitam Ditembak Polisi, Warga Ohio Gelar Demo

CNN Indonesia | Jumat, 25/12/2020 08:04 WIB
Gelombang protes terjadi di Colombus, Ohio, pada Kamis (24/12) menuntut keadilan terhadap Andre Hill, pria kulit hitam yang ditembak mati polisi. Ilustrasi penembakan. (Istockphoto/ Ipopba)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penembakan fatal terhadap seorang pria kulit hitam tak bersenjata oleh polisi di Columbus, Ohio - pembunuhan kedua di kota AS pada bulan ini - memicu gelombang baru protes pada hari Kamis (24/12) terhadap ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi di negara itu.

Andre Maurice Hill (47) berada di garasi rumah pada Senin (21/12) malam ketika dia ditembak beberapa kali oleh seorang petugas polisi yang dipanggil ke tempat kejadian karena insiden kecil.

Beberapa detik sebelum tembakan, rekaman bodycam menunjukkan Hill berjalan ke arah polisi memegang ponsel di tangan kirinya, sementara tangan lainnya tidak terlihat.


Kepala polisi Columbus Thomas Quinlan hari Kamis mengumumkan bahwa ia akan memecat petugas, Adam Coy, atas tuduhan "pelanggaran".

"Kami memiliki seorang perwira yang melanggar sumpahnya untuk mematuhi aturan dan kebijakan Divisi Polisi Columbus," kata Quinlan dalam sebuah pernyataan. "Pelanggaran ini membuat orang yang tidak bersalah kehilangan nyawanya."

Menurut pemberitaan media lokal, Coy sebelumnya pernah menerima keluhan warga.

Coy dan rekannya menunggu beberapa menit sebelum mendekati Hill, yang masih hidup, tetapi kemudian meninggal.

Hill, orang Afrika-Amerika kedua yang dibunuh oleh polisi di Columbus dalam waktu kurang dari tiga minggu, tidak membawa senjata.

Casey Goodson Jr (23) ditembak beberapa kali pada 4 Desember saat kembali ke rumah. Keluarganya mengatakan dia memegang sandwich yang oleh penegak hukum dikira pistol.

Beberapa lusin pemrotes berkumpul pada hari Kamis, melambaikan tanda-tanda Black Lives Matter dan menyerukan keadilan bagi orang-orang yang tewas dalam penembakan polisi.

Pembunuhan di Columbus terjadi setelah musim panas di mana AS diguncang oleh protes bersejarah terhadap ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi, yang dipicu oleh pembunuhan pria Afrika-Amerika George Floyd pada Mei.

Floyd, juga tidak bersenjata, mati lemas di bawah lutut seorang petugas polisi kulit putih di Minneapolis. Orang-orang yang lewat yang ketakutan merekam kematiannya, dengan rekaman itu dengan cepat menjadi viral.

"Sekali lagi petugas melihat seorang pria kulit hitam dan menyimpulkan bahwa dia kriminal dan berbahaya," kata pengacara Ben Crump, yang membela beberapa keluarga korban kebrutalan polisi termasuk Floyd's, Rabu (23/12).

Dia mengecam "suksesi tragis penembakan yang melibatkan petugas."

Walikota Columbus Andrew Ginther mengatakan dia "marah" dengan kematian Hill.

Dia "dikenal oleh penghuni rumah tempat mobilnya diparkir di jalan," katanya pada hari Rabu pada konferensi pers, menggambarkan dia sebagai "tamu ... bukan penyusup."

Ginther mengatakan dia "sangat terganggu" karena kedua petugas polisi itu tidak memberikan pertolongan pertama kepada Hill dan menyerukan agar Coy "segera dipecat".

(AFP/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK