46 WNI Ditangkap di Malaysia Terkait Pelanggaran Keimigrasian

CNN Indonesia
Jumat, 25 Des 2020 20:45 WIB
Sebanyak 46 WNI ditangkap di Malaysia atas pelanggaran masalah keimigrasian. KJRI telah memberikan pendampingan hukum pada mereka. Sebanyak 46 WNI ditangkap di Malaysia atas tuduhan pelanggaran keimigrasian. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Agus Alfian).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 46 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari 19 laki-laki, 22 perempuan, 2 anak-anak, dan 3 bayi dikabarkan ditangkap di wilayah Pahang, Malaysia karena pelanggaran keimigrasian.

Terkait hal tersebut, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Baru, Malaysia bakal menindaklanjuti informasi penangkapan itu.

"KJRI Johor Bahru segera menindaklanjuti informasi penahanan WNI di wilayah Pahang dengan menghubungi Jabatan Imigresen Negeri Pahang dan Komandan DTI Kemayan," ujar Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha dalam keterangan resminya, Jumat (25/7).


Judha menuturkan KJRI juga telah memastikan seluruh WNI tersebut, termasuk anak-anak dan bayi, dalam kondisi baik dan sehat, serta negatif covid-19.

Seluruh WNI tersebut hari ini telah dipindahkan ke Detensi Imigrasi Kemayan-pahang dan akan menjalani proses Perintah Tahan Usir (PTU).

"Terkait hal tersebut, Tim KJRI Johar Baru akan melakukan akses kekonsuleran, pendataan atau verifikasi WNI, penerbitan dokumen SPLP dan pendampingan hukum," sambung Judha.

Sebelumnya pada 14 Des 2020, Tim KJRI Johar Baru telah mengunjungi sekitar daerah Genting Highland Pahang untuk menyampaikan bantuan 197 paket sembako bagi WNI yang membutuhkan bantuan di rumah kongsi Kampung Semaut, Genting Highland.

Hal ini dilakukan sehubungan dengan penetapan pembatasan sosial di daerah tersebut atau disebut Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan (PKPD).

(hrf/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER