Warga Irak Peringati 1 Tahun Kematian Soleimani, Kutuk AS

CNN Indonesia | Senin, 04/01/2021 07:09 WIB
Puluhan ribu warga Irak turun ke jalan peringati satu tahun pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis. Ilustrasi penghormatan terhadap Jenderal Iran Qasem Soleimani. (HOSSEIN MERSADI / IRAN'S FARS NEWS AGENCY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan ribu warga Irak turun ke jalan di Kota Baghdad untuk memperingati satu tahun pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis, Minggu (3/1). Keduanya tewas dalam serangan drone yang diluncurkan Amerika Serikat pada 3 Januari tahun lalu.

Seperti dikutip dari Reuters, massa meneriakkan slogan anti-Amerika dan menyerukan balas dendam.

Pada Sabtu malam, ribuan pelayat berkumpul di jalan raya yang mengarah ke bandara Baghdad, tempat Soleimani dan Muhandis dibunuh sebagai penghormatan kepada kedua pria tersebut.


Aksi itu bertepatan dengan meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS di hari-hari terakhir pemerintahan Presiden Donald Trump.

Massa berkumpul di Lapangan Tahrir sebagai tanggapan atas seruan dari berbagai kelompok milisi yang yang sebagian besar didukung dan dilatih oleh Iran.

Mereka mengibarkan bendera Irak dan meneriakkan slogan anti-Amerika seperti "Amerika adalah Setan".

Soleimani, pemimpin pasukan elite Garda Revolusi Iran tewas pada 3 Januari 2020, dalam serangan pesawat tak berawak di bandara Baghdad.

Washington menuduh Soleimani mendalangi serangan oleh milisi pro-Iran terhadap pasukan AS di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Sabtu mendesak Trump untuk tidak "terjebak" dalam rencana Israel untuk memprovokasi perang melalui serangan terhadap pasukan AS di Irak.

Seorang pejabat Israel menepis tuduhan itu. Dia mengatakan bahwa Israel yang perlu waspada terhadap kemungkinan serangan Iran pada peringatan kematian Soleimani.

Amerika Serikat menyalahkan milisi yang didukung Iran atas serangan roket terhadap fasilitas AS di Irak, termasuk di dekat kedutaan. Namun tidak ada satupun kelompok yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab.

Militer AS menerbangkan dua pesawat pembom B-52 nuklir ke Timur Tengah sebagai pesan ke Iran pada Rabu pekan minggu lalu. Kini pesawat pembom tersebut telah meninggalkan wilayah itu.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK