Populasi Korsel Turun Untuk Pertama Kali dalam Sejarah

CNN Indonesia | Rabu, 06/01/2021 18:15 WIB
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, populasi Korea Selatan pada 2020 telah menurun. Tren ini diperkirakan akan memburuk di 2021 di tengah pandemi. Korea Selatan di tengah pandemi virus corona. (AFP/JUNG YEON-JE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, populasi Korea Selatan pada 2020 telah menurun. Tren ini diperkirakan akan memburuk pada 2021 di tengah pandemi virus corona.

Sensus terbaru yang dirilis pada Minggu (3/1) menunjukkan populasi Korsel tercatat mencapai 51.829.023 pada akhir Desember 2020, turun 20.838 dari tahun sebelumnya.

"Ini lebih buruk dari yang diharapkan. Dan akibat pandemi Covid-19, jumlah kelahiran di tahun baru dikhawatirkan akan semakin menurun," kata Choi Jin-ho, profesor sosiologi di Universitas Ajou di Suwon, selatan Seoul.


Choi mengatakan meningkatnya pengangguran, membengkaknya biaya perumahan, dan beban keuangan lainnya terkait dengan memiliki anak, telah menjadi masalah bagi banyak anak muda Korea untuk menikah atau memulai sebuah keluarga selama setahun terakhir.

Padahal satu dekade sebelumnya, populasi Korsel selalu meningkat setiap tahun. Meskipun tingkat pertumbuhan terus menurun dari waktu ke waktu, seperti 1,49 persen pada 2010 menjadi hanya 0,05 persen pada 2019.

Untuk 2020, Korsel melaporkan 275.815 kelahiran, turun 10,65 persen dari tahun sebelumnya. Sementara 307.764 orang meninggal pada 2020, meningkat 3,1 persen dari 2019.



Dilansir kantor berita Yonhap, jumlah kematian di Korsel meningkat setiap tahun dari 2011 hingga 2018 sebelum turun pada 2019, dan kemudian meningkat kembali pada 2020.

"Di tengah tingkat kelahiran yang menurun dengan cepat, pemerintah perlu melakukan perubahan mendasar pada kebijakan terkait," kata Kementerian Dalam Negeri.

Dari 17 kota dan provinsi di Korsel, hanya lima di antaranya yang melaporkan peningkatan populasi yakni Provinsi Gyeonggi, Pulau Jeju, Provinsi Gangwon, Provinsi Chungcheong Utara, dan kota Sejong.


Sementara ibu kota Seoul menyaksikan populasinya turun lebih dari 60 ribu. Seoul dan sekitarnya, wilayah Incheon dan Gyeonggi menyumbang setengah dari seluruh populasi dengan 26.038.307. Angka ini naik sekitar 112 ribu dari 2019.

Berdasarkan kelompok usia, penduduk Korsel paling banyak berusia 50an, terhitung 16,7 persen dari populasi. Disusul kelompok usia 40an dengan 16 persen, 30an dengan 13,3 persen, dan 20an dengan 13,1 persen.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK