Kematian akibat Covid-19 di Jerman Lampaui 40 Ribu Jiwa

AFP, CNN Indonesia | Senin, 11/01/2021 05:50 WIB
Angka kematian akibat virus corona di Jerman mengalami lonjakan di akhir pekan hingga mencapai 40.343 jiwa. Penanganan pasien terinfeksi virus corona di Jerman. (Foto: Kay Nietfeld/dpa via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Total jumlah kematian akibat virus corona di Jerman hingga Minggu (10/1) telah melampaui 40 ribu jiwa. Menurut pusat kendali penyakit Robert Koch Institute (RKI) mencatat dalam kurun waktu 24 terakhir Jerman mencatat tambahan 465 kematian sehingga total 40.343 orang telah meninggal karena Covid-19.

Sementara angka infeksi virus corona hingga saat ini telah lebih dari 1,9 juta orang, dengan nyaris 17 ribu kasus baru sejak Sabtu (9/1).

Kanselir Angela Merkel memperingatkan lonjakan angka kematian menjadi peringatan bahwa beberapa peka mendatang akan menjadi masa paling sulit bagi warga Jerman selama musim dingin.


Lonjakan kematian akibat virus corona terus terjadi sejak Jerman memberlakukan lockdown, termasuk menutup sekolah dan toko non-esensial sejak akhir Desember lalu hingga hari ini.

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh kelompok penelitian Kantar untuk surat kabar Bild am Sonntag menemukan bahwa 56 persen orang Jerman setuju dengan langkah-langkah penguncian terbaru untuk membendung penyebaran virus corona.

Sekitar 25 persen respons mengatakan pembatasan tidak seketat sebelumnya. Sementara 16 persen lainnya justru merasa aturan lockdown kali ini terlalu ketat.

Merkel mengakui jika Jerman memulai vaksinasi lebih lambat dibandingkan negara Eropa lainnya yakni pada 27 Desember 2020. Kendati demikian, ia menjanjikan untuk meningkatkan tempo vaksinasi demi mengejar ketertinggalan.

"Yang penting adalah kami dapat mengatakan jika kami akan memiliki cukup vaksin yang tersedia untuk semua orang di Jerman," ujarnya seperti mengutip AFP.

"Bulan demi bulan kami akan menyuntik lebih banyak orang dan pada akhirnya kami dapat menawarkan vaksin tersebut kepada siapa saja yang menginginkannya."

Proses vaksinasi di beberapa kota di Jerman sempat ditunda karena terkendala suhu pendingin untuk vaksin Pafizer-BioNTech.

"Saat membaca penanda suhu yang disertakan dalam kotak pendingin, timbul keraguan tentang kepatuhan terhadap persyaratan sistem rantai dingin," kata pernyataan distrik Lichtenfels, Bavaria di akhir Desember lalu.

Vaksin BioNTech-Pfizer menggunakan teknologi mRNA dan perlu disimpan pada suhu hampir -70 derajat Celcius sebelum dikirim dalam kotak pendingin berisi es kering. Setelah keluar dari suhu ultra rendah, vaksin harus disimpan pada 2 ° C hingga 8 ° C agar tetap efektif hingga lima hari.

Suhu dalam satu kotak pendingin telah meningkat menjadi 15° C selama pengangkutan," kata juru bicara Lichtenfels dikutip dariDeutsche Welle.

Data statistik John Hopkins University hingga saat ini mencatat Jerman memiliki 1.928.462 kasus corona dengan angka kematian mencapai 40.627 jiwa.

(nly/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK