Jerman Catat Rekor Kematian Covid-19 di Hari Pertama Lockdown

CNN Indonesia | Kamis, 17/12/2020 10:01 WIB
Jerman mencatat rekor baru jumlah kematian harian akibat virus corona sebanyak 952 orang di hari pertama penerapan lockdown pada Rabu (16/12). Ilustrasi pandemi virus corona di Jerman (Kay Nietfeld/dpa via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jerman mencatat rekor baru jumlah kematian harian akibat virus corona sebanyak 952 orang di hari pertama penerapan lockdown pada Rabu (16/12).

Menurut pusat kendali penyakit Robert Koch Institute (RKI), 952 orang meninggal dalam 24 jam terakhir. Jumlah itu dapat meningkat karena wilayah Saxony yang terpukul parah tidak termasuk dalam penghitungan pada Selasa.

RKI menambahkan ada 27.728 kasus Covid-19 yang tercatat dalam sehari. Jumlah ini mendekati rekor harian hampir 30 ribu infeksi yang dilaporkan pada Jumat (11/12).

Asosiasi Perawatan Intensif dan Pengobatan Darurat Negara (DIVI) mengatakan sekitar 83 persen tempat tidur di unit perawatan kritis rumah sakit telah ditempati pada Rabu.


Jerman sedang menerapkan pembatasan baru, termasuk penutupan sekolah dan toko non-esensial hingga 10 Januari mendatang. Langkah itu menunjukkan keseriusan Jerman dalam menekan penularan Covid-19.

"Sampai tadi malam, kami masih menerima pelanggan, tapi hari ini sudah tidak lagi," kata seorang pemilik kios anggur di pusat kota Berlin, Tobias (30) kepada AFP.

"Rasanya seperti hari Minggu. Langkah-langkah (pembatasan) ini perlu, tapi membuat stres," kata warga Berlin, Ines Kumpl (57).

Dilansir AFP, Jerman mengatasi gelombang pertama pandemi dengan relatif baik pada musim semi, tapi negara tidak dapat menghentikan penyebaran virus yang muncul kembali saat pembatasan yang lebih ringan diterapkan dalam beberapa bulan terakhir.



Menurut kertas kebijakan yang disetujui oleh Kanselir Angela Merkel dan 16 perdana menteri negara bagian, pihak berwenang saat ini ingin "menerapkan prinsip tinggal di rumah".

Kontak sosial harus tetap dibatasi selama periode Natal dari 24 hingga 26 Desember, dan pertemuan hanya dapat dilakukan di lingkup keluarga dekat.

Perayaan malam tahun baru juga akan dibatasi, di mana pemerintah telah melarang penjualan kembang api dan pertemuan sosial.

Menjelang penutupan sebagian besar toko ritel hingga tahun depan, warga Jerman bergegas berbelanja untuk persiapan Natal dalam kesempatan terakhir.

"Saya harap (mengizinkan) belanja pada Senin dan Selasa tidak akan menghukum kita," kata Merkel pada pertemuan dengan kelompok parlemen konservatifnya.

"Kurva (infeksi) snagat buruk. Vaksin akan membantu kita, tapi evolusi pandemi tetap tidak dapat diprediksi," kata peserta parlemen kepada AFP, mengutip ucapan Merkel.

Pemerintah Jerman telah mendesak European Medicines Agency (EMA) untuk menyetujui vaksin Pfizer-BioNTech menjelang Natal.

Otoritas kesehatan mengatakan vaksinasi dapat dimulai pada Minggu (27/12) dengan mendahulukan penghuni panti jompo.

"Kami akan bisa kembali normal secara bertahap mulai musim panas dan seterusnya," kata Menteri Kesehatan Jens Spahn kepada penyiaran RTL, Rabu.


Tapi ketua Asosiasi Medis Dunia, Dokter Jerman Frank Ulrich Montgomery memperkirakan tindakan pembatasan akan berlanjut setidaknya hingga Paskah.

"Bahkan jika vaksinasi dimulai lebih awal dari yang diharapkan, efeknya hanya akan bertahap," ujarnya kepada grup media Funke.

Hingga saat ini, total kasus Covid-19 di Jerman mencapai lebih dari 1,4 juta kasus, lebih dari 24 ribu kematian, dan lebih dari 1 juta orang telah sembuh.

(ans/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK