Plt Menteri Keamanan Dalam Negeri Trump Mundur

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2021 08:05 WIB
Plt Menteri Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat Chad Wolf mengumumkan pengunduran diri usai kerusuhan di Capitol Hill. Plt Menteri Keamanan Dalam Negeri Chad Wolf menyatakan mundur usai kerusuhan massa Trump di Capitol Hill pekan lalu. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaksana tugas sementara Menteri Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika Serikat Chad Wolf mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (11/1), berselang sepekan sebelum pelantikan Presiden terpilih Joe Biden. Wolf menyatakan mundur pasca insiden kerusuhan yang dilakukan massa pendukung Trump di Capitol Hill pekan lalu.

Menurut surat yang ia kirimkan kepada staf DHS, Wolf akan mundur pada tengah malam waktu setempat.

Pengumuman itu menjadikannya orang ketiga dalam kabinet Presiden Donald Trump yang mengundurkan diri usai kerusuhan massa pendukung Trump pecah di Gedung Kongres Capitol Hill pada Rabu (6/1) pekan lalu.

Melansir AFP, Wolf selaku sekutu dekat Trump, mengkritik kerusuhan itu sebagai insiden "tragis dan memuakkan".

"Meskipun saya secara konsisten mengutuk kekerasan politik di kedua sisi, khususnya kekerasan yang diarahkan pada penegakan hukum, kami sekarang melihat beberapa pendukung presiden menggunakan kekerasan sebagai alat untuk mencapai tujuan politik," ujarnya.

Pekan lalu, Wolf mengatakan bahwa dirinya akan tetap mengemban jabatan hingga akhir pemerintahan Trump pada 20 Januari. Tapi tepat setelah ia mengkritik penyerbuan di Kongres, Gedung Putih mengumumkan bahwa pencalonan resmi Wolf di Kongres sebagai sekretaris DHS telah ditarik.

Tidak jelas apakah itu terkait masalah prosedural atau terkait dengan kritiknya terhadap massa pro-Trump.

Pengunduran diri Wolf terjadi sehari sebelum Trump melakukan perjalanan ke perbatasan AS-Meksiko dekat Alamo, Texas, untuk memeriksa tembok perbatasan yang telah dibangunnya.


Biasanya, Wolf akan menemani presiden dalam perjalanan semacam itu.

Pada 5 Januari, Wolf mengumumkan dalam sebuah pernyataan mengenai penyelesaian pembangunan tembok sepanjang 724 kilometer di bawah perintah Trump.

"Presiden Trump menjabat dengan janji untuk membangun tembok dan mengamankan perbatasan selatan kami -janji yang telah dia tepati," kata Wolf.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK