Trump-Pence Bertemu Perdana usai Kerusuhan di Capitol Hill

CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2021 10:15 WIB
Presiden Donald Trump dan Wapres Mike Pence melakukan pertemuan di Ruang Oval, Gedung Putih untuk pertama kalinya usai kerusuhan Capitol Hall. Presiden AS Donald Trump dan Wapres Mike Pence bertemu untuk pertama kali sejak terjadi kerusuhan di Capitol Hill pekan lalu. (Foto: AP/Patrick Semansky)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence untuk pertama kalinya melakukan pertemuan di Ruang Oval, Gedung Putih pada Senin (11/1) malam usai terjadi kerusuhan di Gedung Kongres Capitol Hill pekan lalu.

Pertemuan terebut terjadi di tengah desakan Demokrat kepada Pence untuk mengajukan Amandemen ke-25 demi menggulingkan Trump dari jabatannya sebagai presiden.

"Keduanya melakukan percakapan yang bagus," kata seorang pejabat pemerintah.


Menurut pejabat itu, Trump tidak berniat mundur dari jabatannya sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Januari.

Pejabat itu juga mengindikasikan bahwa Pence tidak berniat menggunakan Amandemen Konstitusi ke-25 untuk melengserkan Trump dari jabatannya.

"(Trump dan Pence) menegaskan kembali bahwa mereka yang melanggar hukum dan menyerbu Capitol pekan lalu tidak mewakili gerakan pertama Amerika yang didukung oleh 75 juta orang Amerika. (Mereka) berjanji untuk melanjutkan pekerjaan atas nama negara selama sisa masa jabatan mereka," jelas pejabat itu.

Dilansir AFP, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dijadwalkan akan memberikan suara pada Selasa (12/1) malam terhadap resolusi untuk mendorong Pence mengajukan Amandemen ke-25.

Kemudian Ketua DPR Nancy Pelosi akan memberi Pence waktu 24 jam untuk menanggapi.

Setelah itu, kata Pelosi, Demokrat akan bergerak untuk memproses pemakzulan Trump karena dianggap "menghasut pemberontakan" atas perannya dalam penyerbuan Capitol pada Rabu (6/1) yang dilakukan oleh massa pro-Trump.

Dalam pidato Trump sebelum kerusuhan pecah, ia mendesak para pendukungnya untuk berkumpul di Capitol Hill menuntut agar Pence turun tangan untuk membalikkan kekalahannya dalam pemilihan presiden 2020.

Pence kala itu memimpin sesi bersama Kongres untuk mengesahkan kemenangan presiden terpilih, Joe Biden. Namun Pence menolak permintaan Trump dan mengatakan untuk tetap mengumumkan kemenangan Biden.

Sementara beberapa pendukung Trump yang marah atas tindakan Pence menyerbu Capitol dengan meneriakkan seruan bahwa ia harus digantung. Akibat dari kerusuhan tersebut, tidak sedikit pendukung Trump yang kehilangan pekerjaan dan dipecat oleh perusahaan karena terlibat dalam aksi kerusuhan.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK