Unggah Video, Trump Tak Singgung Pemakzulan Kedua

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 08:13 WIB
Presiden Donald Trump menggunggah video yang menyerukan perdamaian, menyusul aksi kerusuhan di Capitol Hill. Namun ia tidak menyinggung pemakzulan keduanya. Presiden AS Donald Trump. (Foto: AP/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengunggah video yang menyerukan perdamaian menyusul aksi kerusuhan oleh para pendukungnya di Capitol Hill pekan lalu. Kendati demikian, dalam video tersebut Trump tidak menyinggung upaya pemakzulan kedua yang akan dihadapinya.

"Kekerasan massa bertentangan dengan semua yang saya yakini dan semua yang diperjuangkan oleh gerakan kami," ujar Trump dalam videonya yang diunggah Rabu (13/1).

"Tidak ada pendukung sejati saya yang bisa mendukung kekerasan politik. Tidak ada pendukung sejati saya yang dapat meremehkan penegakan hukum atau bendera Amerika kita. Tidak ada pendukung sejati saya yang dapat mengancam atau melecehkan sesama orang Amerika. Jika Anda melakukan salah satu dari hal-hal ini, Anda tidak mendukung gerakan kami - Anda menyerangnya. Dan Anda menyerang negara kami. Kami tidak bis mentolerirnya," ujar Trump lebih lanjut.


Mengutip CNN, Trump juga mengklaim jika ada 'serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya' terhadap kebebasan berpendapat, merujuk pada perusahaan media sosial seperti Twitter dan YouTube yang memblokir konten dan akunnya dalam beberapa hari terakhir.

Video pernyataan Trump sangat kontras dengan pernyataan yang disampaikannya beberapa jam setelah terjadi kericuhan. Dalam video sebelumnya, dia menyatakan dukungan terhadap massa di Capitol Hill.

Namun dalam video itu, ia tidak sedikit pun menyinggung upaya pemakzulan kedua yang tengah dibahas parlemen AS.

Trump sejatinya akan menghadapi pemakzulan untuk kedua kalinya setelah melalui upaya serupa pada 2019 lalu. Ia akan menjadi presiden pertama dalam sejarah AS yang akan menghadapi pemakzulan.

Upaya pemakzulan Trump ditempuh setelah sejumlah Senator Republik menyatakan dukungan terhadap Demokrat di DPR yang menudingnya menghasut massa hingga memicu kericuhan di Capitol Hill pekan lalu.

Dalam pemungutan suara di parlemen, ada 232 anggota yang setuju pemakzulan Trump. Sementara pihak yang menolak hanya memiliki 197 suara.

Seluruh perwakilan Partai Demokrat di parlemen menyatakan setuju. Sementara itu, ada 197 anggota Partai Republik yang tidak setuju. Namun, ada 10 anggota Partai Republik yang setuju, sehingga usulan pemakzulan jadi memenuhi syarat.

(CNN/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK