Tekan Penyebaran Covid, Prancis akan Berlakukan Jam Malam

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 05:06 WIB
Pemerintah Prancis mulai memberlakukan jam malam pada Sabtu mendatang (16/1). Ilustrasi jam malam di Prancis (AFP/THOMAS COEX)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Prancis akan memberlakukan jam malam guna menekan laju penularan virus corona (Covid-19) yang kembali meningkat belakangan ini.

Mengutip AFP, jam malam berlaku mulai Sabtu mendatang (16/1). Semua aktivitas maksimal dilakukan pukul 18.00 waktu setempat.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengumumkan rencana pemberlakuan jam malam itu pada hari ini, Kamis (14/1).


Dalam konferensi pers, Castex juga mengatakan bahwa para pelancong dari luar uni Eropa harus menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 yang dilakukan maksimal tiga hari sebelumnya.

Meski sudah dinyatakan negatif, para pelancong dari luar Eropa juga wajib mengisolasi diri selama tujuh hari.

Berdasarkan data John Hopkins University, kasus positif Prancis total telah mencapai 2.888.448 hingga Kamis (14/1). Peringkat keenam terbanyak di dunia.

Dari total kasus positif tersebut, sebanyak 69.168 orang diantaranya meninggal dunia.

Sejumlah negara lain di Eropa juga telah memperketat kegiatan guna menekan laju penularan virus corona. Diketahui, kasus positif kembali meningkat beberapa waktu belakangan.

Peningkatan kasus corona itu tak lepas dari penyebaran varian baru dari Inggris. Varian baru itu disebut-sebut lebih cepat menular.

(AFP/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK