Perdana Menteri Belanda Mark Rutte Mengundurkan Diri

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 23:49 WIB
PM Belanda Mark Rutte mengundurkan diri terkait kasus sistem anggaran tunjangan anak yang gagal sehingga merugikan ribuan orang tua. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengundurkan diri terkait sistem anggaran untuk tunjangan anak yang gagal sehingga merugikan ribuan orang tua (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte dan kabinetnya mengundurkan diri usai terjadi skandal sistem tunjangan untuk anak yang gagal hingga membuat ribuan orang tua merugi. Rutte mundur pada Jumat (15/1) atau dua bulan jelang pemilihan perdana menteri baru.

"Kami sepikiran bahwa jika seluruh sistem gagal, hanya tanggung jawab bersama yang dapat dipikul. Dan itu mengarah pada kesimpulan bahwa saya baru saja menawarkan pengunduran diri seluruh kabinet kepada Raja," kata Rutte mengutip AFP.

Mengutip AFP, sistem pengelolaan anggaran tunjangan anak yang berlaku selama ini telah gagal. Membuat ribuan orang tua harus mengeluarkan uang kembali dalam jumlah besar. Implikasinya, banyak keluarga yang menjadi kesulitan.


Mayoritas orang tua yang terdampak merupakan warga imigran. Sebagian dari mereka pun kini diselidiki aparat setempat.

"Uang berhenti di sini," katanya.

Rutte, yang memimpin sejak 2010, tetap akan menyiapkan pemilihan perdana menteri yang baru pada 17 Maret mendatang meski sudah mengajukan pengunduran diri. Selain itu, kabinet Rutte juga berjanji tetap akan mengurus penanggulangan virus corona di Belanda.

"Perjuangan kami melawan virus corona terus berlanjut," kata Rutte.

Diketahui, kasus positif virus corona di Belanda juga meningkat tajam seperti yang terjadi di sejumlah negara Eropa lainnya. Belanda kini sudah menutup kedatangan dari Inggris.

Larangan itu berkaitan dengan penyebaran varian virus corona baru dari Inggris yang disebut-sebut jauh lebih cepat menular.

(AFP/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK