Shanghai Lockdown Dua RS Usai Muncul Klaster Baru Covid

CNN Indonesia | Sabtu, 23/01/2021 02:45 WIB
Shanghai memberlakukan lockdown di dua rumah sakit paling terkenal di China setelah diduga muncul klaster baru Covid-19. Ilustrasi pandemi virus corona di China. (AP/Mark Schiefelbein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Shanghai memberlakukan lockdown di dua rumah sakit paling terkenal di China setelah diduga muncul klaster baru Covid-19.

Pusat Kanker Shanghai Universitas Fudan dan Rumah Sakit Renji yang berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Shanghai Jiao Tong telah ditutup.

Selain itu, layanan rawat jalan juga ditangguhkan. Pemerintah setempat juga menutup beberapa komunitas perumahan di sekitarnya.



Pada Jumat (22/1), Shanghai melaporkan enam kasus baru Covid-19. Menyusul laporan tersebut, kedua rumah sakit itu kemudian diisolasi setelah enam kasus baru tersebut diduga berasal dari sana pada Rabu dan Kamis.

Belum jelas apakah ada kasus tambahan yang terkait dengan rumah sakit tersebut.

Setelah berbulan-bulan berhasil mengatasi klaster kecil Covid-19 dengan menerapkan pengujian massal, isolasi, dan jarak sosial, China kini menyaksikan wabah kembali muncul pada musim dingin terutama di wilayah bagian utara.


Lockdown juga tak luput diberlakukan di beberapa bagian Beijing dan kota-kota lain, di mana sekolah-sekolah diliburkan lebih awal dan warga diminta untuk tinggal di rumah selama liburan Tahun Baru Imlek Februari depan.

Dilansir Associated Press, China berharap dapat memvaksinasi 50 juta orang pada pertengahan Februari untuk membantu melawan virus tersebut.

Sementara itu, Komisi Kesehatan Nasional pada Jumat mengumumkan 103 kasus baru telah terdeteksi selama 24 jam terakhir.


Provinsi Heilongjiang di ujung utara China melaporkan 47 kasus baru, diikuti oleh Jilin di selatan dengan 19 kasus, dan provinsi Hebei di luar Beijing dengan 18 kasus. Beijing sendiri mencatat tiga kasus baru sejauh ini.

Saat ini, rumah sakit China merawat 1.674 pasien covid-19, di mana 80 di antaranya dalam kondisi serius. Sementara 929 lainnya sedang dalam observasi untuk dilakukan pengujian karena tidak menunjukkan gejala apa pun.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK