Unggah Foto Dendam ke Trump, Twitter Hapus Akun Pemimpin Iran

CNN Indonesia | Sabtu, 23/01/2021 00:25 WIB
Akun Twitter milik Pemimpin Tinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dihapus setelah mengunggah foto mirip Donald Trump berisi pesan balas dendam. Pemimpin tinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: HO / Iranian Supreme Leader's Website / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Akun Twitter Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei hilang pada Jumat (22/1) hanya beberapa jam setelah ia mengunggah foto mirip mantan Presiden AS Donald Trump.

Dalam unggahannya saat itu, Khamenei menyertakan gambar pria yang sedang bermain golf mirip Trump. Ia juga membuat pernyataan "Balas Dendam adalah Pasti" dalam bahasa Persia dari langit seakan tengah menjadi target sasaran pesawat nirawak (drone).

Twitter menghapus akun @khamenei_site karena unggahannya dianggap melanggar aturan.


"Twitter menangguhkan akun yang melanggar Peraturan Twitter," tulis pernyataan Twitter di situs resminya seperti mengutip AFP.

Pantauan CNNIndonesia.com, semua cuitan dan akun Twitter milik Khamenei sudah hilang.

Di awal Januari lalu, Twitter sempat menghapus cuitan Khamenei yang mengatakan jika virus corona buatan AS dan Rusia tidak dapat diandalkan dan mungkin dibuat untuk 'mencemari penyakit ke negara lain'.

Layanan microblogging itu menganggap kicauan Khamenei tersebut melanggar aturan perusahaan terkait penyebaran informasi yang keliru.

Akun pemimpin tinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ditutup TwitterFoto: Screenshot via Twitter
Akun pemimpin tinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ditutup Twitter

Unggahan Khamenei sebelumnya juga sempat diutarakan pada Desember. Saat itu, ia menekankan bahwa Iran akan membalas dendam atas kematian Jenderal tinggi Iran Qaseem Soleimani.

Soleimani tewas akibat serangan udara AS yang diperintahkan Trump ke Irak pada Januari 2020.

"Mereka memerintahkan pembunuhan Jenderal Soleimani, mereka yang melakukan ini harus dihukum. Balas demam pasti akan terjadi pada waktu yang tepat," kata Khamenei dalam kicauannya di Twitter pada 16 Desember lalu tanpa menyebut Trump.

Relasi Iran-AS di masa pemerintahan Trump memang terus memanas akibat sejumlah isu. Mulai dari polemik perjanjian nuklir, pembunuhan Soleimani, serangan kapal tanker dan situs minyak Saudi, hingga penembakan drone AS.

Setelah pemerintahan baru AS resmi dilantik, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mencemooh nasib Trump, dan rekan-rekannya yang akhirnya angkat kaki dari Gedung Putih.

(AFP/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK