Biden Kembali Izinkan Transgender Masuk Militer AS

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 00:25 WIB
Presiden Joe Biden menandatangani pembatalan kebijakan pelarangan individu transgender masuk militer Amerika Serikat. Presiden Joe Biden menandatangani pembatalan kebijakan pelarangan individu transgender masuk militer Amerika Serikat. (AP/Patrick Semansky)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joe Biden menandatangani pembatalan kebijakan pelarangan individu transgender masuk militer Amerika Serikat, sebagai pemenuhan janji kampanye atas dukungan masyarakat LGBTQ kepadanya.

Mantan Presiden Barack Obama pada 2016 mengizinkan orang trans secara terbuka melakukan pengabdian di militer dan menerima pelayanan medis sesuai dengan gender mereka.

Namun pada era Presiden Donald Trump, penerimaan orang transgender dibekukan meski membiarkan yang telah terekrut tetap bertugas.


"Presiden Biden percaya bahwa identitas gender tidak boleh menjadi penghalang bagi dinas militer, dan bahwa kekuatan Amerika ditemukan dalam keragamannya," kata Gedung Putih dalam pernyataannya.

"Membiarkan semua orang Amerika yang memenuhi syarat untuk mengabdi pada negara mereka dengan seragam lebih baik bagi militer dan negara, karena kekuatan inklusif adalah yang lebih efektif," lanjutnya.

"Sederhananya, itu adalah hal yang benar untuk dilakukan dan demi kepentingan nasional," katanya.

Ketika Trump mengumumkan pelarangan tersebut pada 2017 melalui Twitter, ia mengatakan militer perlu fokus pada "kemenangan yang menentukan dan luar biasa" tanpa dibebani oleh "biaya medis dan gangguan besar" karena persoalan anggota transgender.

Sebuah laporan dari lembaga advokasi hak-hak LGBT Palm Center pada November 2020 yang juga ditulis oleh mantan jenderal ahli bedah militer menyebut, larangan transgender itu merusak kesiapan militer.

Meski keputusan Biden kembali mengizinkan masyarakat transgender masuk kembali ke militer dipuji oleh para aktivis, fakta bahwa presiden manapun bisa menentukan nasib kelompok trans di militer dianggap mereka sebagai sebuah masalah.

Para aktivis pembela hak-hak LGBT menilai, setiap orang Amerika yang bugar dan mampu harus memiliki hak yang sama mengabdi kepada negara mereka melalui militer.

Sementara itu, Biden juga menunjuk pensiunan Jenderal Angkatan Darat Lloyd Austin untuk memimpin Biden. Austin disebut mendukung pencabutan larangan tersebut.

Data Kementerian Pertahanan AS menunjukkan sekitar 1,3 juta personel tercatat aktif dalam dinas militer. Tidak ada angka resmi berapa jumlah anggota yang termasuk transgender.

Akan tetapi, lembaga penelitian kebijakan AS Rand Corp memperkirakan pada 2016 lalu sekitar 2.450 anggota dinas aktif adalah transgender.

(REUTERS/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK