Putin Janjikan Vaksin Corona ke Meksiko dalam Dua Bulan

ayp, CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 22:02 WIB
Presiden Vladirmi Putin menjanjikan akan memasok 24 juta dosis vaksin corona Sputnik V bagi Meksiko dalam dua bulan ke depan. Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP Photo/Pavel Golovkin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin memaparkan negaranya akan memasok 24 juta dosis vaksin virus corona buatan Sputnik V bagi Meksiko dalam dua bulan ke depan.

Hal itu diutarakan Putin saat berkomunikasi via telepon dengan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pada Senin (25/1).

Permintaan vaksin buatan Rusia cukup meningkat terutama di kawasan Amerika Latin terlepas dari banyak pihak yang masih meragukan efikasi vaksin tersebut.


Selain itu, peningkatan permintaan vaksin Sputnik V juga terjadi setelah perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer Inc mengumumkan kekurangan pasokan vaksin.

Melalui akun Twitter, Obrador menyatakan dia juga mengundang Putin untuk mengunjungi Meksiko. Undangan itu diutarakan ketika dirinya tengah dinyatakan positif mengidap virus corona.

Menurut rilis pemerintah Rusia yang didapat Reuters, Putin dan Obrador juga turut membahas kerja sama pelatihan petugas medis Meksiko di Rusia.

Selama ini, Meksiko dihadapkan pada krisis tenaga medis menyusul tingkat penularan corona yang tinggi.

Meksiko juga menjadi negara dengan jumlah tenaga medis terendah jika dibandingkan jumlah penduduknya di antara negara Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan (OECD).

Meksiko tengah menunggu puluhan juta vaksin corona dari Rusia, CanSino dari China, AstraZeneca dari Inggris, dan Pfizer dari AS.

Namun, vaksin Sputnik V akan menjadi vaksin yang paling banyak digunakan di Meksiko setelah Pfizer mengumumkan pengurangan pasokan vaksin.

Regulator obat Meksiko berjanji akan segera menyetujui penggunaan Sputnik V ketika vaksin datang.

Argentina menjadi negara pertama di Amerika Latin yang menerima vaksin Sputnik V. Sejak akhir 2020, Argentina telah menggunakan Sputnik V untuk memvaksinasi ratusan ribu warganya.

(rds/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK