Biden Batalkan Sejumlah Kebijakan Trump Soal Israel-Palestina

CNN Indonesia | Kamis, 28/01/2021 13:21 WIB
Presiden AS, Joe Biden, tidak akan mendukung rencana pencaplokan Tepi Barat oleh Israel, dan membatalkan pemangkasan bantuan Palestina. Ilustrasi siswi Palestina dan mural mendiang pemimpin PLO, Yasser Arafat, serta Kubah Batu Al-Aqsa di Tepi Barat. (AFP PHOTO / Jaafar ASHTIYEH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, akan membatalkan sejumlah keputusan yang dibuat pendahulunya, Donald Trump, terkait masalah Israel dan Palestina.

Menurut Pelaksana Tugas Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Richard Mills, Biden tidak akan mendukung rencana pencaplokan sebagian Tepi Barat dan perluasan permukiman ilegal oleh Israel, serta membatalkan pemangkasan bantuan bagi penduduk Palestina.

"Kami berharap perlahan-lahan membangun kembali kompetensi kedua belah pihak dan mengembangkan situasi yang kondusif supaya kita bisa kembali melanjutkan proses itu," kata Mills dalam rapat di Dewan Keamanan PBB, di New York, seperti dikutip Reuters, Kamis (28/1).


Mills mendesak Israel dan Palestina menghindari aksi sepihak yang bisa mempersulit dialog perdamaian dan solusi dua negara. Contoh aksi itu, kata Mills, adalah upaya pencaplokan, proyek permukiman, penggusuran rumah penduduk Palestina serta menghasut orang-orang untuk melakukan kekerasan.

Menurut Mills, pemerintahan Biden juga akan melanjutkan pemberian bantuan kepada Palestina. Dia juga berharap Palestina membuka kembali kantor misi diplomatik mereka di Washington.

Di masa Trump, AS memotong bantuan sebesar US$360 juta (sekitar Rp5 triliun) kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Langkah Trump yang memicu amarah dari Palestina adalah pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan memindahkan kedutaan besar AS ke kota itu. Dia juga mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel, dan memantik amarah dari Suriah.

Mills menyatakan keputusan Biden membatalkan kebijakan terhadap Palestina dan Israel di era Trump bukan untuk menyenangkan segelintir kalangan.

"Bantuan dari AS sangat menguntungkan bagi penduduk Palestina, dan membantu menciptakan lingkungan yang stabil bagi Palestina maupun Israel," ujar Mills.

Meski begitu, Mills menyatakan akan tetap mendukung Israel sebagai sekutu, untuk menghadapi opini yang dinilai menyudutkan negara itu di PBB dan lembaga dunia lainnya.

Pemerintahan Biden, kata Mills, juga akan tetap mengajak sejumlah negara di dunia untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel, dengan janji bukan dianggap sebagai imbalan untuk memuluskan jalan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Di masa pemerintahan Trump ada empat negara yang memutuskan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko.

Biden juga akan tetap mendukung solusi dua negara untuk mengakhiri konflik antara Israel dan Palestina.

"Solusi dua negara tetap sekaligus satu-satunya jalan," kata Juru Bicara Kepresidenan AS, Jen Psaki, dalam jumpa pers di Gedung Putih, Washington D.C.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK