Indonesia-Singapura Prihatin Atas Kudeta Suu Kyi oleh Militer

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 01/02/2021 13:19 WIB
Kementerian Luar Negeri Indonesia, Singapura, dan anggota ASEAN lainnya menyatakan keprihatinan atas kudeta militer Myanmar usai penangkapan Aung San Suu Kyi. Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi ditahan oleh militer pada Senin (1/2) dini hari. (Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia dan Singapura menyatakan keprihatinan mendalam soal penangkapan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi oleh militer dalam kudeta yang terjadi pada Senin (1/2).

Selain Suu Kyi, militer Myanmar juga menangkap Presiden Myanmar Win Myint dan sejumlah tokoh senior partainya yang tengah berkuasa di pemerintahan, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Kudeta berlangsung setelah militer Myanmar menolak mengakui hasil pemilu yang dimenangkan NLD.


Melalui pernyataan, Kementerian Luar Negeri RI menuturkan Indonesia mengimbau seluruh pihak di Myanmar bisa menyelesaikan sengketa pemilu melalui mekanisme hukum yang berlaku.

"Indonesia sangat prihatin atas perkembangan politik terakhir di Myanmar," bunyi pernyataan Kemlu RI.

"Indonesia mendesak semua pihak di Myanmar untuk menahan diri dan mengedepankan pendekatan dialog dalam mencari jalan keluar dari berbagai tantangan dan permasalahan yang ada sehingga situasi tidak semakin memburuk."

Selain Indonesia, anggota ASEAN lainnya seperti Singapura juga menyatakan keprihatinan serupa atas kudeta Myanmar.

Dikutip Reuters, Kemlu Singapura menuturkan "keprihatinan mendalam" atas krisis politik yang terjadi di Myanmar.

"Singapura menyatakan keprihatinan mendalam terkait situasi terkini di Myanmar. Kami memantau situasi Myanmar dari dekat dan berharap semua pihak terlibat mau menahan diri dan mengutamakan dialog demi hasil solusi positif dan damai," kata Kemlu Singapura.

 ASEAN Terpecah soal Kudeta Myanmar

Berbeda dengan Indonesia dan Singapura, Kamboja dan Thailand memilih tak ikut campur soal krisis politik yang tengah berlangsung di Myanmar.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengatakan kudeta militer yang terjadi di Myanmar merupakan urusan dalam negeri negara tersebut.

"Kamboja tidak mengomentari urusan dalam negeri seluruh negara, baik itu negara anggota ASEAN atau negara lainnya," kata Hun Sen seperti dikutip Reuters.

Hun Sen sendiri telah menjabat sebagai pemimpin Kamboja sejak 1997 lalu.

Selain Kamboja, Thailand juga enggan mengomentari kudeta Myanmar.

"Itu urusan dalam negeri (Myanmar)," kata Wakil Perdana Menteri Thailand, Prawit Wongsuwan.

(rds/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK