Bantuan Mengalir ke Sugiyem TKW asal Pati Korban Kekerasan

CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 23:57 WIB
Buruh migran asal Pati korban kekerasan majikan, Sugiyem menerima bantuan dana dari sesama warga Indonesia. Ia kini mengalami kebutaan akibat kekerasan majikan. Ilustrasi. Sejumlah aktivis jaringan buruh migran berdemonstrasi menuntut perlindungan. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekelompok warga Indonesia di Singapura menggalang dana untuk meringankan beban Sugiyem, buruh migran korban kekerasan majikannya yang kini mengalami kebutaan.

Buruh migran asal Pati yang jadi korban pemukulan sang majikan itu dipulangkan ke Indonesia pada 23 Oktober 2020 dalam kondisi sakit. Kepolisian Singapura telah memproses pelaku dan menahan majikan atas tuduhan penganiayaan.

Salah seorang warga Indonesia di Singapura, Kent Zhu mengungkapkan komunitasnya merasa terpanggil untuk mengumpulkan bantuan dan menyerahkannya ke Sugiyem melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.


"Kami turut prihatin ketika mendengar nasib buruk yang dialami Ibu Sugiyem. Semua tergerak untuk memberikan sumbangan, dan hari ini [Senin, 1/3], saya menyerahkan bantuan yang terkumpul," kata Kent Zhu yang tergabung dalam Klub Sepeda Singapura melalui keterangan tertulis, Senin (1/3) malam.

Kent menuturkan, insiden nahas yang menimpa Sugiyem itu menarik simpati sebagian orang sesama warga Indonesia. "Apalagi perlakuan yang dialami Sugiyem begitu luar biasa sampai mengalami kebutaan," kata dia lagi.

Merespons bantuan tersebut, Sugiyem mengungkapkan terima kasih atas perhatian tersebut.

"Saya hanya bisa berdoa, semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak-bapak semua," ungkap Sugiyem.

Sementara Dubes Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo menyebut Sugiyem sebagai sosok pekerja migran yang luar biasa. Terhitung 17 tahun Sugiyem bekerja di luar negeri, sepanjang 13 tahun di Arab Saudi dan tiga tahun di Singapura tanpa mengalami permasalahan berat.

"Bu Sugiyem mengalami nasib buruk ketika pindah majikan pada 2019. Ia mengalami kekerasan fisik sampai kemudian mengalami kebutaan," ungkap Suryopratomo.

Tommy--sapaan akrab Suryopratomo--mengungkapkan, kasus Sugiyem baru terungkap sekembalinya dia ke kampung halaman.

Ketika pindah kerja di tempat terakhir, Sugiyem mengaku tak bisa berkomunikasi karena ponselnya dirampas majikan. Dia lantas dipulangkan ke Indonesia pada Oktober 2020 oleh majikannya dalam kondisi sakit.

Sugiyem mengaku menerima kekerasan fisik selama bekerja. Kasus kekerasan ini mengemuka pada pengujung 2020 lalu.

KBRI di Singapura melayangkan surat ke Kementerian Luar Negeri Singapura atas laporan Sugiyem. KBRI juga bekerja sama dengan Polres Pati dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan melakukan visum hingga melangsungkan berita acara pemeriksaan.

Infografis Tenaga Kerja Indonesia Tertimpa KasusInfografis Tenaga Kerja Indonesia Tertimpa Kasus. (Laudy Gracivia)

Berbekal dua laporan itu, KBRI melaporkan kasus kekerasan tersebut ke Kepolisian Singapura dan Kementerian Tenaga Kerja Singapura. Pengaduan ditindaklanjuti dengan meminta keterangan Sugiyem di Pati pada Januari lalu.

"Di samping dimintai keterangan, Sugiyem menjalani pemeriksaan dan pengobatan terhadap semua bagian tubuh yang mengalami kekerasan. Kerusakan di bagian mata dan daun telinga, menurut dokter tidak bisa lagi diperbaiki," demikian diungkap keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

Tersangka pun telah ditahan Kepolisian Singapura, tapi kemudian menjalani tahanan luar usai membayarkan uang jaminan. Sementara proses pengadilan baru akan dijalankan setelah seluruh berkas dianggap mencukupi.

(nma/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK