Asisten Navalny Serukan Sanksi Terhadap Pemerintah Rusia

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 13:00 WIB
Asisten tokoh oposisi Alexei Navalny, Leonid Volkov menyerukan pemberian sanksi terhadap pemerintah Rusia. Tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny. (Foto: Evgeny Feldman / Novaya Gazeta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang asisten pemimpin oposisi pemerintah Rusia, Alexei Navalny menyerukan sanksi terhadap pemerintahan Vladimir Putin. Leonid Volkov, asisten Navalny menyerukan agar dunia mengikuti langkah Amerika Serikat dan Uni Eropa dalam menjatuhkan sanksi kepada beberapa pejabat Rusia.

Dalam wawancara dengan AFP, Volkov mengatakan bahwa sanksi Uni Eropa terhadap empat pejabat Rusia dan sanksi AS terhadap tujuh pejabat serta 14 entitas merupakan langkah maju yang baik, tetapi tidak cukup.

Volkov mengatakan gerakan antikorupsi yang digagas Navalny bertujuan untuk menggeser setidaknya 60 hingga 70 wakil dari partai Presiden Putin dalam pemilihan umum yang digelar tahun ini.


"Apa yang benar-benar akan menciptakan pengaruh terhadap Putin adalah memberikan sanksi kepada lingkaran dekat pemerintahannya," ujar Volkov dalam wawancara dengan AFP di ibu kota Lithuania, Vilnius.

Ia mengaku sangat kecewa dengan pernyataan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borell terkait sanksi yang ditujukan pada orang-orang di lingkaran terdekat Putin yang secara langsung terkait dengan penangkapan Navalny.

"Ada hubungan yang jelas dan kami akan melakukan yang terbaik untuk meyakinkan politisi Eropa bahwa hubungan seperti itu ada. Tapi tetap saja, meski hanya empat orang itu yang ada di daftar, itu adalah langkah pertama yang sangat penting," ucapnya.

Departemen Keuangan AS resmi menjatuhi sanksi terhadap tujuh pejabat senior Rusia yakni Direktur Badan Intelijen (FSB) Alexander Bortnikov, Kepala Direktorat Kebijakan Domestik Andrei Yarin, Wakil Menteri Pertahanan Alexei Krivurochko, Pavel Popov, mantan perdana menteri yang kini menjadi Wakil Kepala staf pertama Putin Sergei Kiriyenko, Kepala Badan Pemasyarakatan Federal Alexander Kalashnikov, dan Jaksa Agung Igor Krasnov.

Sanksi ini sekaligus membekukan semua aset milik ketujuh pejabat Rusia yang berada di bawah yurisdiksi AS.

Kendati demikian, tidak jelas apakah ketujuh pejabat Rusia itu memiliki aset di AS.

Selain itu, Uni Eropa turut menjatuhkan sanksi terhadap empat pejabat senior Rusia yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin terkait kasus keracunan yang dialami pemimpin oposisi alexei navalny.

Sanksi Uni Eropa berlaku untuk Alexander Bastrykin, Viktor Zolotov, Krasnov, dan Kalashnikov. Bastrykin merupakan tokoh komite investigasi yang menangani penyelidikan kriminal besar dan melaporkannya ke Putin, sementara Zolotv merupakan kepala pengawal nasional Rusia.

Navalny adalah pemimpin oposisi yang vokal mengkritik Putin, dia sudah beberapa kali ditahan Rusia. Ia ditahan setibanya di Moskow pada Januari lalu setelah dirawat di Jerman akibat diduga diracun dengan zat saraf Novichok.

Penahanan Navalny pad Februari lalu menuai kecaman terutama dari negara Barat dan demonstrasi yang kian meluas di dalam negeri Rusia.

Sejauh ini, aparat keamanan Rusia dilaporkan telah menahan lebih dari 3.400 demonstran yang memprotes penahanan Navalny.

(evn/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK