Legenda Cinta Sultan Mughal di Taj Mahal

CNN Indonesia | Sabtu, 01/05/2021 20:00 WIB
Kisah di balik Taj Mahal membuatnya menjadi salah satu bangunan masyhur di India. Ilustrasi Taj Mahal di Agra, India. (CNN Indonesia/Lesthia Kertopati)
Jakarta, CNN Indonesia --

Taj Mahal menjadi salah satu bangunan masyhur di India.

Bangunan itu sebenarnya adalah mausoleum yang didirikan mengelilingi makam permaisuri Kekaisaran Mughal, Arjumand Banu Begum atau Mumtaz Mahal.

Dia adalah istri ketiga dari salah satu pemimpin Kekaisaran Mughal, Pangeran Khuram yang bergelar Shah Jahan.


Taj Mahal disebut sebagai tanda cinta Shah Jahan untuk Mumtaz. Namun, kini keindahan bangunan yang ditetapkan sebagai Warisan Kebudayaan Dunia oleh UNESCO itu juga terancam akibat tingkat polusi di India.

Mumtaz adalah anak seorang bangsawan keturunan Persia (kini Iran). Ayahnya bernama Abu'l-Hasan Asaf Khan. Sedangkan ibunya, Diwanji Begum, merupakan anak dari bangsawan Persia, Khwaja Ghias-ud-din al Qazvin.

Karena latar belakang itu, Mumtaz mendapat pendidikan yang cukup dan fasih berbahasa Arab dan Persia. Dia juga pandai membuat puisi.

Perangai dan kepandaian Mumtaz memikat hati Shah Jahan. Keduanya lantas dijodohkan dan menikah pada 30 April 1612.

Saat menikah, Mumtaz berusia 19 tahun dan usia Shah Jahan hanya selisih satu tahun lebih tua.

Mumtaz disebut menjadi istri kesayangan Shah Jahan, selain Permaisuri Putri Kandahari Begum dan Izz-un-Nissa Begum, seperti dikutip dari buku The peacock throne : the drama of Mogul India karya Waldemar Hansen.

Keduanya bahkan selalu bersama-sama, bahkan di saat peperangan. Jahan lantas mendapuk Mumtaz menjadi Permaisuri Tertinggi.

Dengan jabatannya, Mumtaz juga mempunyai wewenang dalam urusan pemerintahan. Dia pernah meminta suaminya tidak menjatuhkan hukuman mati kepada musuh yang berhasil ditangkap.

Akan tetapi, Mumtaz tidak mempunyai ambisi berpolitik. Dia lebih memilih mengurus suami dan anak-anaknya.

Selama 19 tahun membina rumah tangga, pernikahan Jahan dan Begum dikaruniai 14 anak.

Mumtaz wafat saat melahirkan anak terakhir. Saat itu dia tengah mendampingi sang suami memantau peperangan di Dataran Tinggi Dekkan.

Kepergian Mumtaz membuat Jahan sangat sedih, sampai dia memutuskan mengurung diri selama satu tahun di istananya. Ketika dijemput oleh anak perempuan tertuanya, Jahanara Begum, ternyata perawakan sang ayah sudah jauh berubah.

Rambut Shah Jahan memutih, punggungnya bungkuk, dan kulit wajahnya keriput, seperti ditulis dalam buku Shah Jahan and his paradise on earth : the story of Shah Jahan's creations in Agra and Shahjahanabad in the golden days of the Mughals karya Kobita Sarker.

Guna mengenang Mumtaz, Shah Jahan kemudian meminta untuk dibuatkan bangunan di atas makam sang istri di tepi Sungai Yamuna. Perlu waktu hingga 22 tahun untuk menyelesaikan bangunan yang kini dijuluki Taj Mahal itu.

(ayp/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK