Warga dan Perusahaan Prancis Didesak Tinggalkan Pakistan

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 19:28 WIB
Kedutaan Besar Prancis di Islamabad mendesak seluruh warganya yang berada di Pakistan untuk segera meninggalkan negara tersebut. Ilustrasi protes anti Prancis. (AP Photo/Mahmud Hossain Opu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kedutaan Besar Prancis di Islamabad mendesak seluruh warganya yang berada di Pakistan untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Seruan itu dibuat setelah protes anti-Prancis yang berujung kisruh terus merebak di Pakistan dalam beberapa waktu terakhir.

"Karena ancaman serius terhadap kepentingan Prancis di Pakistan, warga negara Prancis dan perusahaan Prancis disarankan meninggalkan negara itu untuk sementara," bunyi surat elektronik kedutaan kepada warga Prancis di Pakistan pada Kamis (15/4).


"Keberangkatan akan dilakukan oleh maskapai penerbangan komersial yang ada."

Sentimen anti-Prancis terus membara selama beberapa bulan terakhir di Pakistan. Hal itu terjadi buntut dari pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan dukungannya terhadap publikasi karikatur Nabi Muhammad oleh salah satu majalah satir Prancis beberapa bulan lalu.

Dikutip AFP, Macron berdalih karikatur Nabi Muhammad itu merupakan bentuk kebebasan berekspresi yang dijunjung negaranya.

Pada hari Rabu (14/4), pemerintah Pakistan melarang sebuah partai politik ekstremis setelah pemimpinnya menyerukan pengusiran duta besar Prancis.

Saad Rizvi, pemimpin Tehreek-e-Labbaik (TLP), ditahan beberapa jam setelah menyerukan tuntutannya dan menggiring ribuan pendukungnya berdemo di kota-kota di seluruh Pakistan.

Dua polisi dilaporkan tewas dalam demonstrasi anti-Prancis itu akibat bentrokan antara aparat dan pedemo.

Penistaan agama adalah masalah yang sangat sensitif di Pakistan, negara konservatif. Pakistan memiliki undang-undang yang mengizinkan hukuman mati diterapkan pada siapa pun yang dianggap menghina Islam atau tokoh Islam.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK