Pemerintah Bayangan Myanmar Minta Diundang ke KTT di Jakarta

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 09:28 WIB
Pemerintah bayangan Myanmar mendesak para pemimpin ASEAN untuk mengundang mereka dalam KTT di Jakarta pada (24/4). Ilustrasi. Ricuh demo anti kudeta militer Myanmar. (REUTERS/STRINGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah bayangan Myanmar mendesak para pemimpin ASEAN untuk mengundang mereka dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) di Jakarta pada (24/4) mendatang.

Pemerintah baru bernama National Unity Government (NUG) itu juga meminta ASEAN tidak mengakui rezim militer yang merebut kekuasaan dalam kudeta 1 Februari lalu.

Wakil Menteri Luar Negeri untuk pemerintah bayangan, Moe Zaw Oo mengatakan ASEAN belum menjangkau mereka.


"Jika ASEAN ingin membantu menyelesaikan situasi Myanmar, mereka tidak akan mencapai apa pun tanpa berkonsultasi dan bernegosiasi dengan NUG, yang didukung oleh rakyat dan memiliki legitimasi penuh," katanya kepada Burma Voice of America seperti dikutip dari AFP.

"Penting agar dewan militer ini tidak diakui. Ini perlu ditangani dengan hati-hati."

Panglima junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, dikabarkan akan menghadiri KTT ASEAN itu.

Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Tanee Sangrat.

Beberapa dari total 10 pemimpin negara ASEAN akan hadir dalam pertemuan khusus membahas situasi di Myanmar pascakudeta 1 Februari lalu yang semakin memburuk itu.

Jika terlaksana, maka lawatan ke Jakarta adalah kunjungan luar negeri Jenderal Min pertama usai merebut kekuasaan lewat kudeta di Myanmar.

Sebelumnya para penentang junta militer Myanmar mengumumkan pemerintahan baru, Jumat (16/4).

Pemerintahan bayangan ini digagas oleh anggota parlemen yang digulingkan pada kudeta 1 Februari, termasuk pemimpin protes dan etnis minoritas.

Pemerintah baru itu dibentuk untuk mengakhiri pemerintahan militer dan memulihkan demokrasi.

Dua bulan kudeta berlangsung, situasi di Myanmar masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pemberontakan sipil terhadap junta militer kian gencar hingga ke pelosok negeri.

Sementara itu, aparat keamanan pun semakin brutal menindak para penentang militer.

Menurut kelompok aktivis Myanmar, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), sedikitnya 730 orang tewas akibat bentrokan antara aparat dan demonstran sejak kudeta berlangsung.

(dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK