Selandia Baru-Australia Buka 'Travel Bubble', Keluarga Reuni

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 16:38 WIB
Ratusan warga memenuhi bandara Selandia Baru dan Australia ketika Ilustrasi. (Istockphoto/guvendemir)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan warga memenuhi bandara Selandia Baru dan Australia ketika "travel bubble" antara kedua negara resmi diberlakukan pada hari ini, Senin (19/4).

"Bubble ini merupakan langkah signifikan dalam penghubungan kembali Selandia Baru dengan dunia dan ini merupakan momen yang harus kita banggakan," ujar Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, seperti dikutip Reuters.

Ardern kemudian mengatakan bahwa dengan pembukaan travel bubble ini, PM Australia, Scott Morrison, akan berkunjung ke Selandia Baru "dalam waktu dekat."


Menurut Ardern, Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, juga akan mengunjungi Selandia Baru pada Rabu (21/4).

Tak lama setelah pengumuman ini, sejumlah televisi Australia dan Selandia Baru langsung menayangkan momen-momen haru pertemuan keluarga yang terpisah karena penutupan wilayah kedua negara selama setahun belakangan.

"Saya tak pernah sebersemangat ini. Saya tak pernah menanti momen semacam ini. Saya tak pernah merencanakan apa pun karena dulu berpikir semua ini tak mungkin terjadi," ujar salah satu penumpang pesawat dari Selandia Baru, Michelle Rafferty.

Di bandara di Auckland, paduan suara menyanyikan lagu "Welcome Home" karya Dave Dobbyn untuk menyambut para penumpang yang baru saja turun dari pesawat.

Sementara itu, para penumpang yang tiba di Selandia Baru langsung disambut dengan spanduk bertuliskan, "Selamat datang, Whanau!"

Dalam bahasa suku asli Selandia Baru, Maori, "whanau" berarti keluarga besar. Di dekat spanduk itu, terlihat sejumlah keluarga berpelukan dan menangis, melepas rindu mereka.

Berdasarkan data terbaru, warga Australia dan Selandia Baru memang memiliki hubungan keluarga yang erat. Lebih dari setengah juta orang yang lahir di Selandia Baru kini menetap di Australia.

Melihat antusiasme warga, sejumlah maskapai penerbangan langsung menambah frekuensi penerbangan.

Qantas menambah penerbangan antara Australia dan Selandia Baru menjadi sekitar 200 setiap pekan. Sementara itu, Air New Zealand menambah jadwal penerbangan empat kali lipat hingga menjadi 30 dengan pemesanan tiket sudah mencapai 97 persen.

[Gambas:Video CNN]

Di tengah antusiasme ini, pemerintah Morrison dan Ardern mengingatkan bahwa mereka akan terus memantau efektivitas dan keamanan pembukaan travel bubble ini.

Kedua negara sendiri memutuskan untuk membuka travel bubble setelah menganggap kebijakan mereka untuk menekan kasus Covid-19 cukup berhasil.

Sejak pandemi merebak tahun lalu, Australia melaporkan 29.500 kasus Covid-19 dengan 910 kematian. Sementara itu, Selandia Baru melaporkan 2.200 kasus dengan 26 orang meninggal dunia.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK