Hati Rindu Brebes Aldi Meski Lebaran di Istanbul

CNN Indonesia | Kamis, 13/05/2021 09:18 WIB
Seorang mahasiwa Indonesia di Istanbul, Turki, Aldi Subekti, ingin bersilaturahmi dengan keluarga saat Idul Fitri, tapi terhalang lockdown. Ilustrasi buka puasa saat Ramadan di Istanbul, Turki. (REUTERS/UMIT BEKTAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suasana Idulfitri pada tahun ini, baik di Indonesia dan luar negeri, nampaknya mirip seperti tahun lalu yang masih diliputi pandemi virus corona.

Salah satu mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Istanbul, Turki, Aldi Subekti, berbagi cerita terkait perbedaan Idul Fitri saat pandemi virus corona berlangsung di negara itu.

Idul fitri tahun ini, bagi Aldi, barangkali tak jauh beda dengan tahun lalu. Kemungkinan dia gagal lagi bersilaturahmi dengan keluarga. atau bahkan antarwarga negara Indonesia di sana.


Niatan untuk makan bersama atau sekedar halalbihalal di hari raya juga sepertinya harus ditunda lagi.

"Pastinya sangat rindu keluarga, setelah itu rindu makanan dan tradisi yang dilakukan ketika lebaran apalagi, saling maaf-maafan (halalbihalal)," kata Aldi, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (29/4).

Tahun ini merupakan tahun kelima Aldi bermukim di Turki. Kasus infeksi corona yang terus melonjak di negara itu membuat pemerintah setempat menerapkan penguncian nasional mulai 29 April hingga 17 Mei mendatang.

"Salat Id sudah pasti ditiadakan karena kita juga tidak boleh keluar rumah," lanjut Ardi.

Pemerintah setempat juga memberlakukan jam malam mulai pukul 19.00 hingga 05.00.

Mengantisipasi penyebaran virus, pemerintah Turki memperketat pembatasan, termasuk ritual keagamaan. Ibadah tarawih ditiadakan. Masjid hanya dibuka untuk salat wajib. Selain itu, masjid harus dikosongkan.

Salat Jumat juga diawasi dengan ketat. Umat Muslim hanya diizinkan beribadah di masjid terdekat sesuai dengan lokasi tempat tinggal. Menurut Aldi, polisi kerap keliling. Jika penduduk ketahuan melintasi batas wilayah atau salat di masjid wilayah lain akan dihukum.

"Biasanya untuk warga Turki sendiri denda sekitar 3 ribu lira (sekitar Rp. 5,3 juta), kemudian untuk warga negara asing yang sudah punya izin tinggal di Turki (akan ada) pencabutan izin tinggalnya", jelas Aldi.

Kalau orang asing atau yang berstatus mahasiswa dengan izin tinggal ketahuan berkeliaran di daerah lain oleh polisi, maka izinnya bisa langsung dicabut.

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK