Seberangi Selat Cari Kebebasan, Pria China Ditahan Taiwan

CNN Indonesia | Senin, 03/05/2021 22:42 WIB
Seorang pria asal China nekat menyeberangi Selat Taiwan menggunakan perahu karet pada Sabtu lalu untuk mencari 'kebebasan dan demokrasi' di Taiwan. Ilustrasi. (AFP/Noorullah Shirzada)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria asal China nekat menyeberangi Selat Taiwan menggunakan perahu karet pada Sabtu akhir pekan lalu untuk mencari "kebebasan dan demokrasi" di Taiwan.

Kepolisian Taiwan melaporkan bahwa pria yang diidentifikasi bermarga Zhou tersebut melintasi selat sepanjang 80 kilometer yang dijaga ketat militer itu melalui Provinsi Fujian, pantai timur China.

Komandan Kepolisian Taiwan Shih Chun-hsu menuturkan bahwa Zhou melakukan perjalanan itu dengan melengkapi perahu karetnya dengan mesin motor tempel dan membawa 90 liter bahan bakar.


Zhou ditahan pihak berwenang Taiwan pada Sabtu dini hari. Menurut kepolisian, Zhou mengaku datang ke Taiwan untuk mencari kebebasan dan demokrasi.

Saat ini, Zhou sedang dikarantina sambil diperiksa polisi. Aparat Taiwan ingin memastikan bahwa Zhou bukan lah buronan pengadilan China atau pelaku tindak kejahatan.

Sebagaimana dilansir AFP, Menteri Pertahanan Taiwan, Chiu Kuo-cheng, mengatakan bahwa pihaknya juga tengah menyelidiki pria tersebut mencari suaka politik atau tidak.

Namun, Taiwan sendiri bukan wilayah yang menandatangani Konvensi Pengungsi. Mereka tak dapat menerima orang yang meminta suaka politik.

Melalui sebuah pernyataan, kepolisian Taiwan menuturkan bahwa Zhou saat ini tengah diselidiki atas pelanggaran Undang-Undang Keamanan dan Imigrasi.

Chiu juga menekankan bahwa Taipei akan membuka investigasi untuk menelisik "kekurangan" penjagaan militer di Selat Taiwan akibat insiden ini.

Taiwan tidak mengizinkan orang untuk mengklaim suaka secara langsung dengan memasuki wilayahnya tanpa izin.

Pemerintah pimpinan Presiden Tsai Ing-wen memberlakukan hukuman tiga tahun penjara dan denda 90 ribu dolar Taiwan atau setara Rp46,52 juta bagi siapa pun yang memasuki wilayah Taiwan secara ilegal.

Selat Taiwan sendiri merupakan salah satu wilayah perairan yang paling militeristik di dunia. Pasalnya, angkatan bersenjata China dan Taiwan kerap melakukan latihan hingga patroli ketat di kawasan itu.

[Gambas:Video CNN]

Menurut data Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, China memiliki lebih dari 255 kapal penjaga pantai dan puluhan kapal angkatan laut bersenjata berat yang beroperasi di Selat Taiwan. Selain itu, armada angkatan laut AS juga kerap melintasi selat tersebut.

Relasi antara China dan Taiwan terus memanas dalam beberapa waktu belakangan. China terus meningkatkan tekanan secara militer terhadap Taiwan, wilayah yang dianggapnya pembangkang karena ingin memerdekakan diri.

China sempat melakukan latihan militer secara serempak di sekeliling wilayah Taiwan. Presiden Xi Jinping telah berulang kali menekankan bahwa China tidak akan membiarkan Taiwan merdeka meski itu harus ditegaskan secara militer.

(rds/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK