Jakarta, CNN Indonesia -- Teroris yang pernah menjadi orang paling dicari di dunia, Osama bin Laden, tewas dalam operasi penangkapan yang dilakukan pasukan khusus Amerika Serikat di Pakistan pada satu dasawarsa lalu.
Jasadnya dimakamkan di Laut Arab dari dek kapal induk AS guna menghindari pembuatan makam yang berpotensi menjadi simbol teroris.
Akan tetapi, sosoknya sampai saat ini masih dihormati para teroris dan militan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Osama Bin Laden dengan hati-hati mengatur persona publiknya untuk mengembangkan pengikut yang berdedikasi," kata penasihat Proyek Ancaman Kritis di American Enterprise Institute, Katherine Zimmerman, mengutip AFP, pada Selasa (4/5).
"Citranya -sebagai seorang Muslim yang taat dengan pakaian yang lebih tradisional, selalu dilengkapi dengan AK-74 dan seringkali dikamuflasekan dalam jaketnya- dirancang untuk menggambarkan dirinya sebagai pemimpin dalam jihad, baik secara spiritual maupun militer," tambahnya.
Osama yang merupakan warga Arab Saudi dinilai cerdik dan memahami pentingnya propaganda yang membantu memproyeksikan citranya setelah sekian lama dia wafat. Dalam beberapa video, Osama bin Laden tampil dengan senapan serbu di sisinya, meski jarang melihat pertempuran langsung.
Menurut Colin Clarke yang merupakan direktur penelitian di Soufan Center, sebuah lembaga konsultan risiko yang berbasis di Amerika Serikat, propaganda menggunakan gambar Osama sukses untuk merekrut para calon pejuang.
"Meskipun kadang-kadang dia dikritik karena kecintaannya pada media, dia cukup pandai untuk memahami pentingnya menyampaikan pesan Al Qaeda di platform utama," terang Clarke.
Serangan terhadap Gedung World Trade Center di Kota New York, Amerika Serikat pada 11 September 2001, yang dilakukan jaringan organisasi teroris Al Qaeda di bawah pimpinan Osama bin Laden membuat negara Barat menghabiskan miliaran dolar demi memburu dan menumpas para teroris.
Memperingati dua dekade serangan 11 September, Presiden AS, Joe Biden mulai menarik pasukan dari Afghanistan pada Sabtu, (30/4) lalu.
Osama Bin Laden juga menggunakan zona perang menjadi arena pelatihan bagi para pengikutnya. Mulai dari konflik di Yugoslavia dan Bosnia-Herzegovina, Chechnya hingga Somalia menjadi lahan subur untuk melatih para teroris.
"Dia tidak hanya mengancam untuk menyerang Barat, tetapi dia berhasil, dan dia mampu menyeret Amerika Serikat ke dalam perang atrisi yang tidak dapat dimenangkan di Afghanistan, seperti yang dia rencanakan," ujar Clarke.
Osama Bin Laden dan Simbol Teror usai 1 Dekade Tewas
Ilustrasi mendiang mantan pemimpin kelompok teroris Al Qaeda, Osama Bin Laden. (dok. United States Attorney)
Akan tetapi, setelah kematian Osama, Al Qaeda tergeser dari posisinya sebagai organisasi teror setelah muncul kelompok Negara Islam (ISIS). ISIS sempat menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah dan menebar aksi teror di berbagai negara.
Kedua kelompok itu, meski sama-sama kejam dan menganut ideologis ekstremis, justru menjadi musuh bebuyutan.
Akan tetapi, Osama meninggal sebelum perpecahan itu terjadi.
"Karena dia dibunuh sebelum 2014 dan sebelum perpecahan antara ISIS dan Al-Qaeda, dia masih dipandang baik di antara kader ISIS," kata Aaron Zelin, seorang peneliti yang mengelola situs Jihadology, yang menganalisis video ekstremis dan konten lainnya.
"Dalam beberapa hal Negara Islam merasa mereka sebagai penerus sejati cara Bin Laden," tambah Zelin.
Di kalangan militan, strategi Osama bin Laden dinilai kontroversial, terutama keputusannya untuk menyerang AS, yang bagi sebagian ekstremis merupakan langkah yang kontraproduktif.
"Ini masih secara luas dipandang sebagai kesalahan strategis yang signifikan. Bagian dari bukti untuk ini adalah bahwa sangat sedikit jihadis yang mengikuti strategi ini lagi - dan kebanyakan tidak pernah melakukannya," kata penulis buku Global Jihad: A Brief History, Glenn Robinson.
Terlepas dari itu semua, Al Qaeda kini menjadi merek dan waralaba daripada organisasi yang mempersatukan. Cabang-cabangnya aktif di kawasan Gurun Sahara hingga Sudan, Somalia, Yaman dan Suriah, dan sedikit di Barat.
Wajah Osama bin Laden juga masih terpampang di kaus. Namanya juga dijadikan stiker untuk ditempel di bagian belakang mobil, dan patungnya kerap dibawa selama demonstrasi.
"Osama Bin Laden telah dianggap penting di media jihad dan masih muncul dalam propaganda," kata Katherine.
[Gambas:Video CNN]
Katherine menunjuk ke video militan Al Shabaab di Somalia setelah serangan Desember lalu, yang menonton video Bin Laden.
"Ini adalah penempatan gambar yang dimaksudkan untuk menunjukkan hubungan mereka dengan warisannya," katanya.