Kasus Melonjak, Nepal Ketar-ketir Susul Badai Corona India

CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 14:43 WIB
Pemerintah Nepal kelabakan karena kasus infeksi virus corona melonjak 57 kali lipat akibat penyebaran virus mutasi dari India. Ilustrasi deretan jenazah pasien virus corona di Nepal menunggu giliran kremasi. (AP/Niranjan Shrestha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.

Nepal khawatir jika kondisi itu terus berlangsung maka kondisi negara bisa sama seperti yang dialami India.

Dilansir Reuters, Kamis (6/5), jumlah kasus infeksi corona di Nepal saat ini mencapai 351.005 orang. Sebanyak 3.417 pasien di antaranya meninggal.


Dikutip dari CNN, saat ini rata-rata di Nepal ada 20 kasus infeksi corona di antara 100 ribu penduduk. Angka ini hampir menyamai India sekitar dua pekan lalu.

Sistem kesehatan masyarakat di Nepal juga tergolong rentan, dan perbandingan jumlah dokter dengan penduduk lebih sedikit dari India. Hal itu membuat lonjakan kasus infeksi corona di Nepal semakin mengkhawatirkan.

Diduga lonjakan kasus infeksi itu terjadi akibat masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan. Yakni tetap menghadiri kegiatan yang memicu kerumunan seperti festival, kampanye politik dan resepsi pernikahan.

Selain itu, dari seluruh spesimen tes virus corona yang diperiksa, sebanyak 44 persen dinyatakan positif.

Sedangkan pertambahan kasus infeksi dalam sehari bisa mencapai lebih dari 7.000 orang.

"Apa yang terjadi di India saat ini adalah gambaran yang bisa terjadi di Nepal di masa mendatang jika kami tidak bisa menanggulangi penyebaran virus corona, yang semakin hari terus merenggut nyawa penduduk setiap menit," kata Ketua Palang Merah Nepal, Netra Prasad Timsina.

Timsina menyatakan hal itu untuk memberikan informasi karena ternyata negara-negara tetangga India juga terdampak krisis virus corona.

Sebab menurut laporan, ruang perawatan intensif di hampir seluruh rumah sakit di Pakistan dan Bangladesh nyaris penuh atau bahkan sama sekali tidak bisa menampung lagi pasien corona.

"Melihat orang-orang tidak bisa menyampaikan salam perpisahan terakhir kepada orang-orang tercinta sebelum dikremasi sangat mengganggu, dan ini terjadi akibat penyebaran varian baru virus corona yang menyerang penduduk dari seluruh golongan usia di Nepal," ujar Timsina.

Sejumlah kota-kota di wilayah perbatasan antara Nepal dan India sudah sangat kewalahan menangani derasnya arus pasien corona. Sementara baru satu persen penduduk di Nepal yang menjalani vaksinasi corona.

"Kita harus mengambil tindakan sekarang juga supaya ada harapan virus corona itu tidak menyebar dan menyebabkan bencana kemanusiaan. Virus ini tidak mengenal batas negara dan varian virus itu menyebar ke seluruh Asia," kata Direktur Asia Pasifik Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Alexander Matheou.

(ayp/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK