Arab Saudi Terima Kembali Kunjungan Turis Asing Mulai 17 Mei

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 09:26 WIB
Arab Saudi akan menerima kembali kedatangan turis asing mulai 17 Mei mendatang. Kerajaan Arab Saudi. (AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi akan menerima kembali kedatangan turis asing mulai 17 Mei mendatang.

Wakil Menteri Pariwisata Strategi dan investasi, Putri Haifa Al-Saud mengatakan sebanyak 93 perusahaan baru telah memasuki pasar pariwisata Kerajaan.

Kata dia pemerintah Saudi telah memberikan 120 miliar riyal sebagai insentif bagi sektor tersebut untuk melawan efek virus corona.


Dia mencatat bahwa volume pengeluaran domestik untuk pariwisata melonjak 33 persen pada musim panas lalu.

Putri Haifa mengatakan sektor pariwisata Kerajaan mulai menerima turis asing pada tahun 2019.

"Namun, selama pandemi virus corona, prioritas utama kami adalah keselamatan dan keamanan warga dan ekspatriat di Arab Saudi. Kami memberikan vaksin dan mencapai tahap yang memungkinkan untuk membuka perbatasan dan bandara," kata Haifa seperti dikutip dari Saudi Gazette.

Menurut Haifa, pada 2018, kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 3,2 persen, setara dengan 147 miliar riyal dari volume pengeluaran.

Kemudian di 2019 sebesar 169 miliar riyal dengan peningkatan 3,5 persen. Pada tahun 2020, volume pengeluaran turun menjadi 63 miliar royal karena pembatasan terkait virus corona yang mengakibatkan penurunan tajam jumlah jemaah.

Karantina sepekan

Sementara itu Otoritas Penerbangan Sipil Saudi (GACA) mengatakan warga negara asing yang tiba harus dikarantina selama sepekan di akomodasi yang disetujui pemerintah mulai 20 Mei untuk memerangi penyebaran Covid-19.

Kata kantor berita Saudi Press Agency melaporkan, ketika Kerajaan dibuka kembali semua pendatang harus menjalani karantina.

Wisatawan non-Saudi yang berusia di atas 8 tahun harus menunjukkan hasil tes PCR Covid-19 negatif dalam jangka waktu kurang dari 72 jam.

Untuk warga negara Saudi, kru penerbangan, dan diplomat boleh menjalani karantina di rumah. Sedangkan orang yang sudah divaksinasi tidak perlu dikarantina asalkan menunjukkan sertifikat vaksinasi.

Maskapai penerbangan harus mengontrak akomodasi yang disetujui oleh kementerian pariwisata untuk menampung orang-orang di karantina. Biaya akan ditambahkan ke harga tiket pesawat.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK