Muncul Lagi, Jack Ma Kunjungi Kantor Alibaba

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 12:43 WIB
Pendiri Alibaba dan Ant Group Jack Ma tiba-tiba muncul di kantor pusatnya di Hangzhou, China. Pendiri Alibaba dan Ant Group Jack Ma. (AFP/Andrew Burton)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri Alibaba dan Ant Group Jack Ma tiba-tiba muncul di kantor pusatnya di Hangzhou, China.

Ma yang telah lama tak terlihat di hadapan publik itu melakukan kunjungan langka ke kantor Alibaba pada Senin (10/5).

Dia datang ke sana saat kantor itu tengah menggelar acara tahunan staf dan keluarga perusahaan, "Ali Day".


Ma tampak di bus antar-jemput kantor bersama sejumlah eksekutif Alibaba.

Dalam foto yang diambil oleh seorang karyawan di acara tersebut, Jack Man tampak mengenakan kaus biru, celana panjang putih, dan sepasang sepatu kain gaya China. Dia tampak Ma tersenyum.

"Sangat menyenangkan melihat Jack," kata karyawan yang menolak disebutkan namanya itu seperti dikutip dari Reuters.

"Sayang sekali tidak ada kesempatan untuk berfoto dengannya."

Pengusaha paling terkenal di Tiongkok itu menikmati status kultus di antara staf bahkan setelah mengundurkan diri sebagai ketua eksekutif pada tahun 2019.

Jack Ma tidak tidak terlihat di hadapan publik sejak mengkritik badan dan Bank Sentral China ketika dia menjadi pembicara di sebuah acara konferensi teknologi finansial Oktober tahun lalu.

Meski diduga 'menghilang', Jack Ma muncul dalam sebuah kegiatan guru melalui telekonferensi pada 20 Januari lalu. Dalam acara virtual itu, ia berbicara dengan seratus guru dari daerah terpencil di China. Aksi Ma itu langsung membuat saham Alibaba meroket.

Ma sendiri telah terlempar dari peringkat pertama Daftar Orang Terkaya China yang diterbitkan The Hurun Research Institute.

Keterpurukan Jack Ma dipicu oleh pidatonya pada Oktober lalu itu yang menyebabkan penangguhan IPO Grup Ant senilai US$37 miliar.

Regulator China sejak itu memperketat pengawasan anti-trust di sektor teknologi, terutama dengan melakukan penyelidikan anti-trust kepada Alibaba pada Desember 2020.

Regulator China juga mulai memperketat cengkeraman mereka di sektor fintech dan meminta Ant Group untuk mengubah bisnisnya menjadi perusahaan induk jasa keuangan konvensional.

Bulan lalu, regulator China memberlakukan restrukturisasi besar-besaran pada Ant Group, sementara Alibaba didenda dengan rekor denda antitrust sebesar 18,2 miliar yuan setelah penyelidikan menemukan pihaknya menyalahgunakan dominasi pasar.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK